Abstrak. Dari beberapa model pembelajaran yang ada, model pembelajaran yang menarik dan dapat memicu peningkatan penalaran siswa yaitu model Pembelajaran Outside Circle. Pembelajaran Outside Circle adalah suatu sistem pengajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademik dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Dalam pembelajaran ini siswa harus dapat mengembangkan ketrampilan dan pemahaman konsep Agama Islam dan Budi Pekerti untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Model Pembelajaran Outside Circle berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan diterapkannya Model Pembelajaran Outside Circle? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran Outside Circle terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti . (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti setelah diterapkannya Pembelajaran Outside Circle. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX Data yang diperoleh berupa hasil tes Formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (63.6%), siklus II (79,01%), siklus III (90.9%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Inside Outside Circle dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti .