Lilam Kadarin Nuriyanto
Balai Litbang Agama Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pengelolaan Masjid terhadap Pemberdayaan Umat di Kota Surabaya Lilam Kadarin Nuriyanto
Jurnal Bimas Islam Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.69

Abstract

The masjid function is not only as a ritual worship place (mahdhah), but also extensive social worship (ghair mahdhah) in the fields of economic, education, social culture and others. In this study aims to determine the magnitude of the masjid management value and people empowerment in Surabaya city, and to find out the relationship between them. The method used is pure quantitative, by spreading form against 100 respondents in five sub-districts in Surabaya City which are randomly selected. The conclusion of this study is the masjid management level in the city of Surabaya is 76.46 which is categorized as Very Good, while the level of people empowerment in Surabaya city is 78.95 which is categorized as Very Good. The relationship between them is the influence between the masjid management and the people empowerment in Surabaya city, which is 65.1%. This figure is quite significant, meaning that as much as 65.1% empowerment of the people can be explained by the masjid management, while the remaining 34.9% must be explained by other factors. The magnitude of the influence ranges from 0 to 1, where getting closer to number 1 will mean better. Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah) saja, tetapi juga ibadah sosial yang luas (ghair mahdhah) dibidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tinglat nilai pengelolaan masjid dan pemberdayaan umat di Kota Surabaya, serta untuk mengetahui hubungan keduanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif murni, dengan menyebarkan angket terhadap 100 responden (jamaah) di lima kecamatan di Kota Surabaya yang dipilih secara acak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat nilai pengelolaan masjid di Kota Surabaya sebesar 76,46 yang masuk kategori sangat baik, sedangkan tingkat nilai pemberdayaan umat di Kota Surabaya sebesar 78,95 yang masuk kategori sangat baik. Hubungan keduanya ada pengaruh antara pengelolaan masjid terhadap pemberdayaan umat di Kota Surabaya, yaitu sebesar 65,1%. Angka ini cukup signifikan, artinya bahwa sebesar 65,1% pemberdayaan umat dapat dijelaskan oleh pengelolaan masjid, sedang sisanya sebesar 34,9% harus dijelaskan oleh faktor yang lain. Besaran pengaruh berkisar antara 0 sampai dengan 1, dimana semakin mendekati angka 1 akan berarti semakin baik
MODAL SOSIAL DALAM MEMBINGKAI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI SURAKARTA (Studi Kasus di Kecamatan Serengan dan Jebres) lilam kadarin nuriyanto
Al-Qalam Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.51 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i2.477

Abstract

Surakarta dan sekitarnya merupakan daerah yang keadaan sosial keagamaannya sangat dinamis, dimana semua agama dan beberapa aliran kepercayaan ada. Hal tersebut merupakan modal sosial dalam membentuk kerukunan umat beragama. Penelitian ini mengambil seting di Kecamatan Serengan dan Kecamatan Jebres sebagai representatif tingkat kepadatan penduduk yang tingi dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menggambarkan tingkat nilai modal sosial dan kerukunan umat beragama, serta hubungan keduanya. Besaran tingkat nilainya dicari dengan perhitungan rerata, sedangkan hubungan keduanya menggunakan alat analisis regresi sederhana. Hasil perhitungan menunjukan tingkat nilai modal sosial dan kerukunan umat beragama masuk kategori tinggi yaitu  70.17 dan 67.19. Sedangkan pengaruh Modal Sosial terhadap Kerukunan Umat Beragama digambarkan dengan persamaan Y = a + bX atau 38,662 + 0,123X, yang berarti konstanta sebesar 38.662 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai Modal Sosial maka nilai Kerukunan Umat Beragama sebesar 38.662, dan koefisien regresi X sebesar 0.123 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai Modal Sosial, maka nilai Kerukunan Umat Beragama bertambah sebesar 0.123.
KUALITAS PELAYANAN PERNIKAHAN DI KABUPATEN TEGAL (The Quality of Marriage Services Offered by KUA in Tegal District) Lilam Kadarin Nuriyanto
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2612.912 KB) | DOI: 10.18784/smart.v2i2.385

Abstract

The numbers of marriage conducted by the office of ministry of religious affairs in  Tegal District is considered as high in which it is included in the biggest of five in  Central Java province. From January 2016 to June 2016, there are 3.928 marriages that were serviced by the office of ministry of religious affairs in such town. This study aims to explore the quality of services provided by such office whether it is in line with the people’s expectation and its reality or not. This research uses qualitative approach and it is conducted at four offices of ministry of religious affairs (KUA/Kantor Urusan Agama) in four sub districts including Adiwerna, Lebaksiu, Talang and Dukuhturi. Results of this research depict that the index of people’s expectation toward services offered by those offices are 81,30 which is considered as in a good level. However, there still needs some emendation in the management system and enhancement of human resources. This emendation will play to narrow the gap between consumer’s expectation on the offered services and the reality that they are gained.