Moch Lukluil Maknun
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ARABIC AMIYAH FOR PILGRIMS (Study 8 KBIH in District / City of Pekalongan 2015) Moch Lukluil Maknun
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.65 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.254

Abstract

Every pilgrims hope to getting Hajj Mabrur. One effort to commercialize the Hajj Mabrur is able to run all the pilgrimage circuit and perfect in it, while also maintaining a good relationship with others, or in terms of the law called hablun minallah and hablun minannas. One effort to be able to maintain good relations with others is to understand and interact with a language that can be understood by both sides, in this case is Arabic language. With naturalisik methods, and qualitative analysis, the core of this paper would like to state that the Arabic Amiyah still used and continues to grow until now; learning Arabic Amiyah for pilgrims can be regarded as complementary needs; there are various constraints experienced in learning Arabic Amiyah by KBIH for pilgrims; and the state of Arabic language books for pilgrims are still rare and that there is still very simple.
Legenda Lok Laga (Studi Lirik Lagu Musik Panting Kalsel) Moch Lukluil Maknun
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.182 KB) | DOI: 10.14421/panangkaran.2017.0102-04

Abstract

This paper is the result of a transcription text analysis of a song titled "lok laga" hosted by panting music group in South Kalimantan. Using the qualitative approach and the semiotic method of Riffatere poems, it is found that this work is part of the oral tradition that is packed in the song. The purpose or function derived from this song are some things, among them are the description of the ideal traditional wedding of South Kalimantan in the past, the myth of the dragon which is a form of local wisdom and cultural fusion in Borneo, and the marker of a tourist site as a promotional event. Another interesting thing found in the lyrics is the songwriter's message to direct the listener to change the perception of myth into something less sacred.[Tulisan ini merupakan hasil analisis teks transkripsi sebuah lagu berjudul “lok laga” yang dibawakan oleh grup musik panting di Kalimantan Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode semiotika puisi Riffatere didapatkan hasil bahwa karya ini merupakan bagian dari tradisi lisan yang dikemas dalam lagu. Tujuan atau fungsi yang didapatkan dari lagu ini ada beberapa hal, di antaranya adalah deskripsi pernikahan adat Kalimantan Selatan yang ideal pada masa lampau, mitos tentang naga yang merupakan bentuk kearifan lokal dan perpaduan budaya di Kalimantan, dan penanda situs wisata sebagai ajang promosi. Hal menarik lainnya yang ditemukan dalam lirik ini terdapat pesan pengarang lagu untuk mengarahkan pendengar mengubah persepsi mitos menjadi hal yang tidak terlalu sakral.]
INDEKS PENGELOLAAN MASJID DAN PEMBERDAYAAN UMAT DI KABUPATEN PONOROGO DAN BOJONEGORO JAWA TIMUR Moch Lukluil Maknun
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.955 KB) | DOI: 10.18784/smart.v4i1.588

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan masjid bertambah dari tahun ke tahun. Pemerintah pada tahun 2014 telah menetapkan syarat-syarat minimal pengelolaan masjid sesuai tipologinya yaitu dari tingkat pusat hingga tingkat desa. Di antara fungsi masjid yang disarankan pemerintah selain menjalankan kepentingan ibadah ritual adalah menjadi sarana ibadah sosial di bidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan lainnya. Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif mengungkap persepsi masyarakat terhadap variabel X (pengelolaan masjid) (jami di tingkat desa/kelurahan) dan variabel Y (pemberdayaannya umat) serta mengukur besaran pengaruhnya di Kab. Ponorogo dan Kab. Bojonegoro. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan masjid di kedua Kabupaten secara umum dapat dikatakan sudah baik demikian pula pada pemberdayaan umat. Hasil data memperlihatkan bahwa persepsi masyarakat terhadap dua variabel di Ponorogo lebih baik dari Bojonegoro meskipun hanya berselisih 2% dan 10%.  Hasil pengukuran pengaruh (regresi) pengelolaan masjid terhadap pemberdayaan umat di kedua Kabupaten menyatakan bahwa korelasi kedua variabel cukup kuat. Besaran pengaruh pengelolaan masjid terhadap pemberdayaan umat sebesar 53% untuk Ponorogo dan 54% untuk Bojonegoro. Catatan yang ditemukan dari penelitian adalah masih adanya kelemahan pada aspek pengorganisasian dan pelaksanaan dalam variabel pengelolaan masjid, serta aspek pengorganisasian lokal masyarakat pada pemberdayaan umat. Secara umum, masjid dinilai masih kurang dalam memperhatikan pemberdayaan ekonomi jamaah serta kajian untuk remaja.Kata Kunci: pengelolaan masjid, pemberdayaan umat, pengaruh, persepsi