Irwan Sukri Banuwa
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro, No. 1 Bandar Lampung 35145

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMBERIAN HERBISIDA TERHADAP KEHILANGAN UNSUR HARA DAN BAHAN ORGANIK AKIBAT EROSI PADA PERTANAMAN JAGUNG MUSIM TANAM KETIGA DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU UNIVERSITAS LAMPUNG Dicky Chandra; Irwan Sukri Banuwa; Nur Afni Afrianti; Afandi Afandi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.077 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2534

Abstract

Pengolahan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk penyiapan lahan dengan tujuan memperbaiki sifat fisik tanah. Pada prinsipnya pengolahan tanah ada dua yaitu konvensional/intensif dan konservasi/minimum. Pengolahan tanah yang dilakukan secara intensif dapat menimbulkan degradasi. Penyebab degradasi yang paling utama adalah erosi. Erosi akan membawa partikel tanah yang mengandung unsur hara dan bahan organik. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2016 sampai Februari 2017 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemberian herbisida terhadap kehilangan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg) dan bahan organik akibat erosi pada pertanaman jagung. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan yaitu sistem olah tanah dan pemberian herbisida denganempat kali ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa N-total, P-tersedia, K-dd, Ca-dd, dan C-organik tidak berbeda nyata pada pengolahan tanah, pemberian herbisida, maupun interaksi keduanya dalam sedimen akibat erosi, sedangkan Mg- dd berbeda nyata pada perlakuan pengolahan tanah. Pada olah tanah minimum konsentrasi Mg-dd yang hilang sebesar 0,8187 me per 100 g dan olah tanah intensif 0,8013 me per 100 g, sehingga kehilangan Mg-dd pada olah tanah minimum lebih besar dari olah tanah intensif.