Abednego Tri Gumono
Universitas Pelita Harapan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

Analisis Cerpen Godlob Karya Danarto Dengan Pendekatan Semiotik dalam Perspektif Kristen [A Semiotic Analysis from a Christian Perspective of Godlob, a Short Story by Danarto] Abednego Tri Gumono
Polyglot Vol 13, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i2.521

Abstract

Language in a literary work facilitates authors conveying motives in their works. Through language, the authors send messages to the readers. Therefore, a literary discourse analysis with limitless meanings could reveal the author’s motives. This analysis used a semiotic approach which focuses on literacy analysis through language as a symbol. A short story called Godlob by Danarto has a dimension of a communal language that is immediately digestible. But it does not mean that the author’s motives can be easily grasped by the readers. This might happen because the implicit purposes lie within the uncommon language used in this short story. With that, the story contains a logical path that needs to be analyzed which prioritizes language as a symbol with certain meanings. Based on a semiotics approach, Goldlob addresses critical issues relating to a Christian faith -- how Jesus was killed and nailed on the cross was God’s way to cleanse the sin of man. This issue is a way to explain and share the history of Jesus’ death to save the world and becomes the truth and a Christian doctrine. A Christian literacy teaching sustains a Christian faith. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Bahasa dalam karya sastra merupakan sarana pengarang untuk menyampaikan motif dalam karya-karyanya. Melalui bahasa, pengarang menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Dengan itu, pengkajian sastra sebagai tanda (sign) yang memiliki kekayaan makna tersebut menjadi penting dilakukan untuk menyingkap maksud pengarang. Analisis ini menggunakan pendekatan semiotika yaitu pendekatan yang memfokuskan analisis sastra melalui bahasa sebagai tanda. Cerita pendek berjudul  Godlob karya Danarto memiliki dimensi bahasa komunal yang dapat dicerna sesekemudian mungkin. Namun bukan berarti bahwa maksud pengarang juga sedemikian cepat ditangkap oleh pembaca. Hal itu dimungkinkan karena cerita ini memiliki maksud yang tersirat dengan penggunaan bahasa tak lazim seperti yang tertuang dalam judul cerita pendek ini. Dengan itu, jalinan kisah cerita ini juga mengandung logika yang harus dikaji secara semiotika dengan mengutamakan bahasa sebagai tanda yang memiliki maksud-maksud tertentu. Berdasarkan pendekatan semiotika isi cerpen Godlob mengarahkan kepada pertanyaan kritis pokok iman Kristen yaitu apakah Yesus yang dibunuh dan  disalibkan adalah cara Tuhan menebus dosa manusia. Pertanyaan ini menjadi sarana untuk menjelaskan dan mewartakan sebuah sejarah kematian Yesus untuk menyelamatkan dosa manusia yang telah menjadi kebenaran dan dogma Kristen. Pengajaran sastra secara Kristen dapat memperkokoh iman kristiani.
Analisis Film Denias dengan Pendekatan Pragmatik [Analysis of the Film Denias Using a Pragmatic Approach] Abednego Tri Gumono
Polyglot Vol 13, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i1.341

Abstract

This film as a work of art expresses the creator’s vision about society. The message is expected to be useful and arouse a response from society. The setting of Denias’ film is the interior of Papua and shows the problems encountered by people who live there and has implications for the wider society. To review the usefulness of the work of this film, the author uses a pragmatic approach which focuses on the benefits of artwork in society. The film is also analyzed structurally because artwork is a structure that is formed by the relationships among various elements. Based on the pragmatic study, the artist conveys the benefits for other societies. These benefits are shown by the unyielding spirit by Denias who is finally able to make his dream of an education a reality. All of the challenges of the demographics of the interior of Papua, the mindset of parents, and public figures do not deter him from trying to obtain the best education. His fate is largely influenced by education. That is the main message of the film. It motivates viewers to pay more attention to interior people, especially in Papua which still lags behind the rest of society.BAHASA INDONESIA ABSTRAK:  Film Denias adalah sebuah karya seni yang memiliki visi penulis. Dengan visinya, penulis ingin menyampaikan pesan khusus terhadap masyarakat. Pesan ini diharapkan dapat berguna dan membangkitkan respons masyarakat. Film Denias dengan latar belakang masyarakat pedalaman Papua dengan berbagai masalah yang dihadapi memiliki pesan khusus yang penting bagi masyarakat. Untuk meninjau kegunaan karya film ini, penulis menggunakan pendekatan pragmatik. Pendekatan pragmatik adalah sebuah pendekatan karya sastra yang memfokuskan diri pada kegunaan karya seni bagi pembaca / masyarakat. Studi tentang film ini juga menggunakan metode struktural karena karya seni adalah struktur yang dibangun oleh unsur-unsur pembentuknya. Berdasarkan studi pragmatik, penulis memperoleh gambaran manfaat bagi masyarakat. Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Denias, sehingga dia mampu mewujudkan impiannya untuk mengenyam pendidikan. Semua tantangan bahkan demografis pedalaman Papua, pola pikir dari orang tua, dan tokoh masyarakat tidak menghalangi usahanya untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik. Perubahan nasib sangat ditentukan oleh pendidikan. Itulah pesan yang ingin disampaikan penulis. Hal ini membangkitkan semua pihak untuk memberikan respons dalam meningkatkan masyarakat pedalaman, khususnya daerah pedalaman Papua yang masih tertinggal.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PENGENALAN HURUF PADA SISWA K3 DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH KRISTEN MANADO [THE USE OF PICTURE MEDIA TO IMPROVE RECOGNITION IN K3 STUDENTS IN INDONESIAN LESSONS AT A CHRISTIAN SCHOOL IN MANADO] Oktavia Resty Anggraeni; Imanuel Adhitya Wulanata; Abednego Tri Gumono
Polyglot Vol 16, No 1 (2020): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v16i1.1403

Abstract

Based on observations, the researcher found that letter recognition for K3 students at ABC school Manado in their Bahasa Indonesia lessons was low. Students' understanding of letters had not reached the 75% standard assessment given by the teacher. To overcome the problem, the researcher implemented the use of pictures as a media to increase K3 students’ letter recognition. The method used in this research was Classroom Action Research (CAR) using Kemmis and McTaggart model through two cycles. The research was conducted between October 4 and November 3, 2017, using 18 students. The research instruments used to collect the data were the researcher’s observation checklist, the mentor’s observation checklist, another teacher’s observation checklist, students’ worksheets, and an interview with the mentor. Research findings indicated an increase of K3 students’ letter recognition in their Bahasa Indonesia lessons at ABC School Manado with the indicator of achievement of letter recognition reaching 100% and the indicator of letter sound recognition also reaching 100%. The steps of using the drawing media during learning were also consistently performed by showing 100% assessment results through observations by mentors and peers. Therefore, it can be concluded that the use of pictures as a media can increase K3 students’ letter recognition in Bahasa Indonesia lessons at ABC School Manado.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa pengenalan huruf pada siswa K3 pada sekolah swasta di Manado pada mata pelajaran bahasa Indonesia masih rendah, yaitu ditunjukkan dengan pemahaman terhadap huruf belum mencapai angka 75% standar penilaian yang diberikan oleh guru. Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan penggunaan media gambar untuk meningkatkan pengenalan huruf siswa K3. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart melalui dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober sampai dengan 3 November 2017 terhadap 18 siswa di Sekolah ABC Manado. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi ceklispeneliti, lembar ceklismentor, lembar observasi ceklisrekan sejawat, lembar kerja siswa, dan lembar wawancara mentor. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada pengenalan huruf siswa kelas K3-A Sekolah ABC Manado pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan pencapaian kriteria indikator mengenal huruf adalah 100%, indikator pengenalan bunyi huruf adalah 100%. Langkah-langkah penggunaan media gambar pada saat pembelajaran juga konsisten dilakukan dengan menunjukkan hasil penilaian 100% melalui observasi dari mentor dan rekan sejawat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan pengenalan huruf siswa K3-A di sekolah ABC Manado dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.