Arif Nugrahanto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

APAKAH PEMERIKSAAN SUDAH MEMBUAT WAJIB PAJAK GENTAR? Arif Nugrahanto
JURNAL PAJAK INDONESIA Vol 2 No 1 (2018): Optimalisasi Penerimaan Negara III
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpi.v2i1.527

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan apakah pemeriksaan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak memiliki deterrent effect (spillover effect) atau efek penggetar yang membuat Wajib Pajak menjadi lebih patuh dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya. Sistem pemungutan pajak di Indonesia, self-assessment, menyaratkan bahwa pemenuhan kewajiban perpajakan  dilakukan oleh Wajib Pajak sendiri. Untuk memastikan hal tersebut dilakukan dengan baik dan benar, maka undang-undang memberikan kewenangan kepada Direktur Jederal Pajak untuk melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data pemeriksaan (ALPP-Aplikasi Laporan Pemeriksaan Pajak) dan data SPT WP OP di Jakarta 2009-2013. Sedangkan untuk menguji adanya spillover effect, peneliti mengadaptasi model regresi different in different (DID) yang digunakan oleh Ratto dan Gemmel (2012) dengan membandingkan perbedaan 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah pemeriksaan. Peneliti melakukan regresi OLS (Ordinary Least-Squares) dengan menggunakan STATA.Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat deterrent effect dalam pemeriksaan. Bahwa pemeriksaan terhadap WP Pedagang Kulit di Jakarta, terbukti menimbulkan peningkatan kepatuhan Wajib Pajak lain dalam hal ini WP Pedagang Tas Kulit. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa setiap kenaikan audit rate sebesar 1 percentage point, mengakibatkan kenaikan PPh yang dilaporkan sebesar 7,1 percentange point.Kecilnya magnitude spillover effect ini disebabkan beberapa hal, antara lain adanya kecilnya subjective probability of audit dan rendahnya pengaruh Wajib Pajak yang Diperiksa terhadap Wajib Pajak lainnya. Hal ini menyebabkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Wajib Pajak hanya memberikan pengaruh yang terbatas terhadap kepatuhan Wajib Pajak lainnya.
LITERATURE REVIEW TAX AMNESTY DAN KEPATUHAN Arif Nugrahanto
JURNAL PAJAK INDONESIA Vol 4 No 2 (2020): Dinamika Kebijakan Perpajakan Indonesia
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpi.v4i2.1057

Abstract

Penelitian mengenai tax amnesty dan kepatuhan pajak telah banyak dilakukan oleh peneliti, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Namun penelitian-penelitian tersebut belum menghasilkan kesimpulan yang conclusive. Melalui penelitian ini, Peneliti berusaha mengidentifikasi persamaan mauupun perbedaan dalam aspek metodologi, data, maupun temuan penelitian, terkait dengan topik tax amnesty dan kepatuhan pajak, dengan pendekatan kualitatsi, yaitu denganmelakukan studi literatur.Dari berbagai literatur yang telah dianalisis, baik di Indonesia maupun di luar negeri, diketahui beberapa hal. Bahwa terdapat beberapa penelitian yang menghasilkan temuan bahwa tax amnesty meningkatkan kepatuhan, namun tidak sedikit penelitian yang menghasilkan temuan yang sebaliknya. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian menganai keberhasilan tax amnesty  masih sangat tebuka untuk dikaji lebih lanjut. Selain itu, terlihat bahwa peneliti di Indonesia lebih banyak menggunakan proxy kepatuhan formal dalam mengidentifikasi patuh-tidaknya wajib pajak, sedangkan peneliti dari luar negeri, cenderung menggunakan proxy kepatuhan material, dalam hal ini bisanya digunakan variable penerimaan pajak. Dan penggunaan metode penelitian untuk dalam rangka mendeteksi peningkatan kepatuhan pajak akibat tax amnesty sangat variatif.
AGRESIVITAS PELAPORAN KEUANGAN DAN PENGHINDARAN PAJAK Andyan Zakiy Pradhana; Arif Nugrahanto
JURNAL PAJAK INDONESIA Vol 5 No 2 (2021): Kebijakan Perpajakan era Omnibus Law dan Implementasinya - II
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpi.v5i2.1376

Abstract

Identification of tax avoidance is one of the substantial issues for tax authorities. Success in this stage ensure optimal tax compliance. To do that, financial statements become the object of critical analysis. This study seeks to identify the effect of financial statements (aggressive) on tax avoidance. The mineral and coal mining sector is chosen as the sample because it is one of the business sectors with a fairly high level of tax avoidance. There are 26 companies on the IDX that are the samples of this study. By regressing fixed effect panel data in the form of financial reports for 2012-2018, the results show that aggressive financial reporting has a positive effect on tax avoidance. With a confidence level of 99%, every 1% increase in the level of aggressiveness of financial reporting equivalent to an increase in tax avoidance efforts of 4.6%. For tax authorities, these findings can be used to assess the risk of non-compliance by taxpayers.
Pengaruh Inflasi Terhadap Capaian Ekspor Komoditas Migas di Indonesia (Studi pada Tahun 2020-2023) Riyadi, Oky Andrian; Arif Nugrahanto
JURNAL INFO ARTHA Vol 8 No 1 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jia.v8i1.2696

Abstract

Several studies regarding the influence of inflation on export performance have reached relatively similar conclusions. Lovasy (1962) found evidence that inflation tends to inhibit export expansion. Gylfason (1999) further strengthened this, specifying that high inflation in natural resource commodities tends to be associated with low export levels. Given Indonesia's status as an oil-exporting country, researchers were interested in conducting statistical testing in the Indonesian context using data from the Ministry of Trade and the Central Statistics Agency for the period 2020-2023. The research approach adopted in this study follows Tien (2021) using IBM Statistics SPSS 25 software for data processing. The dependent variable is the export of oil commodity, while the independent variable is the inflation rate. The results of regression indicate that the coefficient of determination between variables has a statistically significant value to reject the null hypothesis. This suggests that the inflation rate has a positive impact on oil export performance. The positive impact of inflation on oil commodity export performance may be attributed to several factors, including world oil market conditions, domestic economic structure, and government export policies.