Mukhlis
IAIN Langsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Media Wayang Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di MTsN 1 Langsa Rius Susana; Mukhlis; Nani Endri santi
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dalam proses pembelajaran kurangnya media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa kurang bersemangat mengikuti mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sehingga terjadi kebosanan, kurangnya respon atau ketertarikan siswa terhadap pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam bahkan siswa terkadang mengalami kesulitan belajar karena pada saat guru menjelaskan materi, banyak siswa yang melakukan aktivitas lain di antaranya siswa kurang memperhatikan materi. Di samping itu apabila ditanya guru siswa lebih banyak diam sehingga hasil belajar yang di peroleh kurang maksimal. Penelitian ini berrtujuan untuk mengetahui efektivitas media wayang dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 1 Langsa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan eksperimen semu (Quasi eksperimental). Teknik Pegumpulan data lembar observasi (Pengamatan), tes, angket. Teknik analisis data statistik deskriptif adalah untuk menganalisis data aktivitas siswa dalam pembelajaran, respon siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar siswa dan statistik inferensial adalah di gunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t dengan data yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis statistik deskriptif dan inferensial, hasil belajar sejarah kebudayaan Islam kelas VII.6 yaitu sebagai kelas eksperimen di MTsN 1 Langsa mengalami peningkatan dengan mengacu dari nilai N-gain dalam bentuk persen (%) berada pada 72.6% termasuk kategori cukup efektif. Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan penggunaan media wayang dari aspek yang diamati secara keseluruhan dikategorikan baik atau efektif dari pada metode sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata persentase aktivitas siswa yaitu sebanyak 94% aktif dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam. Hasil analisis respon siswa kelas VII.6 terhadap pembelajaran sejarah kebudayan Islam melalui penggunaan media wayang telah mencapai rata-rata persentase frekuensi siswa yang memberi jawaban sangat setuju atau respon positif adalah 55% dibandingkan hasil analisis siswa kelas VII.7 dengan penggunaan metode ceramah.
Integrasi Pendidikan Islam Tradisional Dan Modern Sebagai Basis Pembentukan Islam Moderat di Asia Tenggara Mahlil; Mukhlis; Nuruzzahri; Marwan; Mukhlis
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 01 (2026): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ideally, Islamic education and local culture in Southeast Asia should work synergistically to foster a moderate Islam that is inclusive, tolerant, and adaptive to social dynamics and globalization. In reality, however, curriculum fragmentation, modernization pressures, and inconsistent practices of moderation persist across Muslim communities. This situation highlights the need to understand how education and culture collectively shape contemporary Islam relevant to the 21st century. This study aims to analyze the integration of traditional and modern Islamic education with local cultural practices as the foundation for fostering moderate Islam in Southeast Asia. It also seeks to contribute theoretically by developing a conceptual framework that connects education, culture, and religious moderation in a holistic manner. The research employs a qualitative approach through library research. Primary data were derived from classical Islamic texts, education curricula, policy documents, and publications of scholars, while secondary data were obtained from academic journals, books, and scientific articles on contemporary Islam. Data analysis was conducted thematically, supported by source triangulation and consistency checks across literature. The findings indicate that the synergy between education and culture enables the internalization of moderation values, shapes an inclusive and adaptive Muslim identity, and provides strategic directions for developing contemporary Islamic education in the 21st century.