Pengajaran Al-Qur’an yang dimulai sejak dini akan lebih mudah karena pikiran anak masih bersih, dan ingatan anak pun masih kuat. Banyak dari orang tua memasukkan anak-anak mereka kerumah tahfidz dengan harapan anaknya akan menjadi seorang hafiz dan hafidzah. Namun kenyataannya banyak juga rumah tahfidz yang masih menggunakan metode yang kurang tepat dan efektif sehingga anak-anak akan merasa cepat bosan dan jenuh. Telah diketahui bahwa terdapat sebuah yayasan di kota Langsa yang menjalankan program tahfidz dengan menggunakan metode tabarak. Yayasan yang menerapkan program tahfidz tersebut yaitu Sekolah Dasar Inernasional Tahfidz Huda Wan Nur. SDIT Huda Wan Nur merupakan SDIT pertama yang menerapkan metode Tabarak di kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode tabarak dalam menghafal Al-Qur’an ditinjau dari gaya belajar di SDIT Yayasan Huda Wan Nur Langsa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriftip kualitatif, dengan sumber data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program tahfidz dengan metode tabarak di SDIT Huda Wan Nur Kota Langsa telah terlaksana sesuai dengan kurikulum serta silabus yang telah ditentukan. Pelaksanaan program tahfidz dengan metode tabarak ini dilaksanakan setiap hari dari pukul 07.30 sampai pukul 10.50. Pencapaian target program tahfidz dengan metode tabarak ini juga telah ditentukan, yaitu setiap levelnya siswa harus mampu menyelesaikannya dalam waktu empat bulan. Hal ini terbukti dari hasil ujian para siswa yang dilakukan setiap akhir semester, yang di uji langsung dengan guru khusus (bukan guru lokal). Berdasarkan hal tersebut peneneliti menyimpulkan bahwa program tahfidz dengan metode tabarak ini efektif.