This Author published in this journals
All Journal ARISTO
Khoirurrosyidin .
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERGESERAN PERAN WAROK DALAM POLITIK LOKAL DI KABUPATEN PONOROGO Khoirurrosyidin .
ARISTO Vol 1, No 2 (2013): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.63 KB) | DOI: 10.24269/ars.v1i2.24

Abstract

Elit lokal mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis dan mendorong demokratisasi di tingkat lokal. Sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran dan memberikan pemahaman demokrasi kepada masyarakat yang lebih luas. Elit lokal merupakan orang perorangan atau aliansi dari orang yang dinilai pintar dan mempunyai pengaruh di dalam masyarakat, misalnya paratokoh masyarakat, pemuka agama, dan orang-orang yang mempunyai kemampauan finansial yang relative tinggi disbanding masyarakat umum. Pemahaman masyarakat bahwa Warok adalah seorang tokoh masyarakat lokal yang dianggap mempunyai kesaktian dan berperan mengemban nilai-nilai local yang sering digambarkan dengan jujur, berani, lugu dan apa adanya. Oleh karena itu warok sering dianggap penggambaraan sebenarnya tentang karakter masyarakat Ponorogo. Dalam penelitan ini yang dijadikan subyek penelitian (informan) adalah para warok di kabupaten Ponorogo dan pengamat Budaya yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan para warok dan memahami perkembangan struktur social para warok di kabupaten Ponorogo.Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Fenomena social politik yang penting dalam konteks perpolitikan warok Ponorogo, dimana telah terjadi pergeseran peran dari peran sebagai pelaku seni Budaya berubah menjadi pelaku politik praktis, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa Warok yang menduduki jabatan di pemerintahan, Lurah Jolego. Lurah Imam Sukadi dan warok Sumardi menduduki kepala Desa/kepala Kelurahan sedangkan warok Tobron adalah sosok warok yang yang tidak hanya menduduki posisi Kepala Kelurahan tetapi juga mampu menjadi anggota dewan pada tahun 1999-2004.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMAHAMAN MEDIA LITERACY Khoirurrosyidin .
ARISTO Vol 3, No 1 (2015): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.013 KB) | DOI: 10.24269/ars.v3i1.12

Abstract

Dampak media massa yang mulai dikhawatirkan terutama dampaknya bagi anak-anak. Tingkat menonton televisi di kalangan anak-anak sudah sangat tinggi. Tingginyapenggunaan televisi ini sangat membahayakan bagi tumbuh kembang mereka. MenurutSteinfeld dalam Tankard, 2005, menyatakan bahwa menjelang usia 12 tahun, rata-rata anakakan menyaksikan 101.000 episode kekerasan di televisi. Inilah latar belakang perlunyadilakukan penelitian ini agar kita mendapatkan gambaran apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan masa depan bangsa melalui pemahaman para pendidik kita tentang medialiterasi sebagai modal untuk memberikan pendampingan bagi anak didiknya ketikamengakses isi media. Dalam penelitian ini masalah dirumuskan sebagai berikut: 1).Bagaimana para pendidik memahami media massa yang mempengaruhi sikap dan perilakupeserta didiknya. 2). Bagaimana dampak media dirasakan para pendidik pada anak didiknya.3). Bagaimana dialektika isi media berlangsung. 4). Bagaimana kontribusi media literasi bagipendidik kita. Diharapkan nantinya penelitian ini dapat memberikan manfaat, untukmengetahui, dalam penelitian ini bertujuan agar para pendidik memahami media massa yangmempengaruhi sikap dan perilaku peserta didiknya, untuk mengetahui dampak mediadirasakan para pendidik pada anak didiknya, serta untuk mengetahui Bagaimana dialektikaisi media berlangsung, dan juga untuk mengetahui kontribusi media literasi bagi pendidikkita. Media literasi sebagai kemampuan berkomunikasi secara kompeten melalui media massabaik cetak maupun elektronik. Center for Media Literacy (CML,2003) menyebutkan bahwamedia literasi mencakup beberapa kemampuan: Kemampuan mengkritisi media, Kemampuanmemproduksi media, Kemampuan menggambarkan tentang media, Kemampuanmengeksplorasi sistem pembuatan media, Kemampuan mengeksplorasi berbagai posisi danKemampuan berpikir kritis atas isi media. Begitu besarnya pengaruh media massa inimenunjukkan betapa pentingnya para pendidik sekarang untuk memahami apa itu mediamassa, dampak dan fungsi positif yang dapat dimanfaatkannya bagi anak didik. Melaluipemahaman seluk media massa ini guru dapat mensiasati pengaruh media bahkan bagaimanamemanfaatkan media bagi proses pendidikan anak-anak. Suatu yang tidak mungkin untukmenolak kehadiran media massa ditengah-tengah kehidupan kita saat ini. Pendidik perluuntuk menambah bekal mengajarnya dengan memahami seluk beluk media massa. Bekal initerutama untuk membangun cara pandang guru dalam merespon dinamika anak didik yangsangat cepat dalam mengakses informasi sehingga pendidik dapat memberikan bimbinganyang terbaiknya kepada anak didiknya tanpa harus terjadi kesenjangan informasi antara anakdidik dan pendidiknya. Para pendidik harus memahami secara kontekstual dampak mediaterhadap anak didik secara umum. Ini diperlukan agar para pendidik lebih waspada terhadappengaruh media sehingga mereka lebih responsif dalam upaya mengantisipasi kemungkinanterburuk dampak media pada anak didiknya. Seperti halnya proses filsafati keilmuan yangtelah berkembang, isi media massa berpotensi menimbulkan dialektika dalam menemukankebenaran.