Rina Rakhmawati
Jurusan S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Lentera Pustaka

Melacak Nasib Citra Daerah: Analisis Keterangan Akhir Pada Jadwal Retensi Arsip Rakhmawati, Rina; Jannah, Syahida Raihana; Azizah, Rintis Rindang
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v10i2.68239

Abstract

Background: Records retention schedule is an instrument in records appraisal phase. One of component in the schedule represents the final fate of records in an organization, that is “keterangan”. Theoretically, the number of documents that are justified as permanent records should be not be greater than the documents that should be destroyed.Objective: This paper aims to describe the results of mapping and analysis of the final decision components on the records retention schedules. By mapping the final decision components on the schedule, we will know the comparative percentages of records that should be permanent than should be destroyed. The author then analyzed the causes and impacts for records management in creator institutions.Methods: The research conducted is a qualitative study with a content analysis approach combined with in-depth interviews. The author uses the provincial government of the Special Region of Yogyakarta as the research case.Results: There were variations were found in the final decision components which are recommendations for the execution of records disposal, namely destroyed, permanent, re-appraisal, and others. The number of record series recommended to be destroyed is greater than the number of record series recommended to be permanent. However, this comparison is still not in line with the quantity of archives that are made permanent according to various experts, which is in the range of 1% to 10%. Those phenomena were suspected to have emerged as a result of the concerns of the creators over the risks that must be weighted if the document is immediately declared as destroyed and/or permanent.Conclusion: The practical implication is that it can provide an illustration that there is still an asynchronization in understanding the function of appraisal and disposal, especially in understanding retention schedule and records values as an instrument. Some future researches need to explore how arsiparis making a disposal decision so that we can understand records urgency for their creators and public.
Peran Pengelolaan Dokumen Kepemilikan Aset Berbasis ISO 9001: 2015 Terhadap Upaya Revitalisasi Jalur Kereta Api di Indonesia Rakhmawati, Rina; Ichwan, Ichwan; Wahyuni, Elya Riska Dwi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v7i1.32911

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan dokumen aset kereta api yang didasarkan pada ISO 9001: 2015 tentang Sistem Jaminan Mutu dalam mendukung program revitalisasi beberapa jalur kereta api di Indonesia. Dalam proses revitalisasi jalur kereta tentunya dibutuhkan dokumen sebagai acuan utama. Dokumen aset yang digunakan dalam kegiatan revitalisasi jalur kereta api adalah dokumen yang berupa gambar teknik, dokumen aset kepemilikan, dan kartografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer, yang diperoleh dari observasi partisipasi pada tahun 2019, in-depth interview, dan pengkajian terhadap dokumen kegiatan pengelolaan dokumen aset. Data sekunder diperoleh dari kajian pustaka berupa buku, perundang-undangan, artikel ilmiah, maupun literatur yang digali dari sumber internet. Data-data tersebut diolah dengan analisis triangulasi data. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengelolaan dokumen berbasis ISO, serta menganalisis dampak model pengelolaan dokumen tersebut terhadap program revitalisasi jalur kereta api di Indonesia. Adapun kesimpulan yang diperoleh yaitu pengelolaan dokumen aset dengan basis ISO 9001: 2015 memiliki peran penting mendukung program revitalisasi jalur kereta api di Indonesia. Hal ini disebabkan dalam merevitalisasi jalur kereta api dibutuhkan pedoman untuk merekonstruksi ulang struktur jalur kereta pada masa jalur tersebut masih aktif dipergunakan. Apabila dokumen aset dalam kondisi rusak, baik fisik maupun informasinya, maka proses rekonstruksi ulang akan membutuhkan biaya lebih besar dan waktu yang lebih lama.
Pemetaan Arsip Tokoh Masyarakat Desa sebagai Bentuk Pelestarian Pengetahuan di Daerah Bekas Distrik Comal Bramantya, Arif Rahman; Rakhmawati, Rina; Effendhie, Machmoed
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i2.37087

Abstract

Kajian ini menjelaskan tentang pemetaan arsip tokoh masyarakat dan pemimpin desa Karangbrai yang merupakan salah satu desa bekas distrik Comal. Dalam konteks masyarakat desa, penokohan seseorang dapat dilakukan melalui jalur sejarah lisan dari generasi ke generasi. Selain itu, arsip foto juga memiliki peran vital dalam mendukung visualisasi tradisi lisan tersebut. Data yang digunakan dalam kajian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi partisipasi dan wawancara, sedangkan data sekunder berupa bahan pustaka, baik berupa buku, jurnal, maupun media massa. Kesimpulan dari kajian ini adalah strategi seleksi dan penilaian arsip personal dilakukan dengan kombinasi pendekatan neo-dokumentasi dan total archives yang terdiri dari tahapan observasi, pemetaan arsip, dan oral history. Adapun strategi diseminasi hasil dokumentasi yaitu dengan mengoptimalkan sistem informasi desa. Hasil dokumentasi mampu menghadirkan keunikan dari identitas masyarakat suatu daerah. Pelestarian pengetahuan merupakan bukti identitas masyarakat yang dapat menghubungkan memori dari generasi di masa lalu dengan generasi selanjutnya.