Dalam pengolahan nikel laterit menjadi nikel matte perlu tahap proses kalsinasi, maka perlu pembuatan konsumsi energi agar mendapatkan jumlah kebutuhan energi optimum, namun tetap mendapatkan produk kalsin yang optimum pula hal ini guna membuat biaya produksi menjadi optimum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelebihan bahan bakar HSFO berdasarkan pemodelan konsumsi energi pada rotary kiln #1. Dalam penelitian iniĀ digunakan metode analisis deskriptif berupa penggunaan data aktual rotary kiln #1 sebagai input data pada saat perhitungan dilakukan. Data aktual rotary kiln #1 yang telah diperoleh, kemudian diolah dan menghasilkan keluaran berupa nilai energy panas yang dihasilkan. Hasil yang didapatkan yaitu didapatkan energi entalpi total yaitu -40.308.221,89 kJ/h. Nilai ini didapatkan dari perhitungan energi panas tiap reaksi didalam proses reduction kiln #1, perhitungan energi panas yang dibawa oleh material dalam debu, perhitungan energi panas off gas, perhitungan energi kalsin yang tidak berhasil tereduksi, dan perhitungan energi panas yang hilang akibat terserap oleh dinding kiln. Dari jumlah energi yang dihasilkan, terlihat bahwa ada kelebihan panas yang dihasilkan, kesimpulannya adalah energi panas yang dihasilkan didalam rotary kiln #1 berlebih hal tersebut diakibatkan oleh adanya kelebihan bahan bakar HSFO sebesar 1000,25 kg/h.