This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geomine
Ardiansyah Saputra
Djamaluddin, Anshariah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENYIMPANGAN PADA PENGUKURAN KEMIRINGAN LERENG PENAMBANGAN PT. ANTAM (Persero).Tbk UBPN SULTRA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ardiansyah Saputra
Jurnal Geomine Vol 3, No 1 (2015): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.912 KB) | DOI: 10.33536/jg.v3i1.24

Abstract

Pengukuran kemiringan lereng penambangan sangat penting dalam kemajuan tambang, tetapi kita selalu menemukan kendala saat pengambilan data di lapangan, dimana tidak sesuai antara kondisi lapangan dengan hasil  output  data atau pengolahan data. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan yang terjadi pada pengukuran kemiringan lereng penambangan dengan menggunakan  total station pada PT. Antam (Persero). Tbk UBPN SULTRA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dilakukan dengan cara  total station diletakkan pada bench teratas dan penembakan titik patok/titik imajiner dilakukan tegak lurus memotong bidang atauobjek yang akan diukur. Data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu data pengukuran kemiringan lereng penambangan oleh peneliti dan surveyor. Pengukuran kemiringan lereng penambangan menghasilkan perbedaan pada masing-masing pengukuran, yaitu peletakan titik patok, sehingga sudut kemiringan yang terbentuk pada sayatan B1 ke B2 antara pengukuran surveyor dengan peneliti selisih 13 o , sementara sayatan yang lainnya meskipun titik patok/titik imajinernya tidak tegak lurus dengan bidang, kemiringan yang terbentuk hampir sesuai dengan kondisi di lapangan dengan selisih kemiringan 1° - 2°, dan kemiringan pada sayatan B1 ke B2 oleh Peneliti dengan kemiringan 63 o tidak memenuhi  standart safety lereng penambangan karena daerah penelitian dilakukan pada wilayah Tambang Selatan yaitu tinggi bench 5 meter dan kemiringan 60 o, jadi metode pengukuran yang dilakukan peneliti lebih mendekati dengan kondisi lapangan sesuai dengan data yang dihasilkan untuk meminimalisir penyimpangan pada pengukuran