Nikel laterit merupakan endapan yang terbentuk akibat proses pelapukan dan leaching batuan peridotit sehingga membuat kadar dan ketebalan lapisannya tidak tersebar merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan korelasi lapisan hasil pemboran nikel laterit dan mengetahui arah sebaran dan ketebalan nikel laterit. Sebelum pengambilan data dilakukan pengamatan secara langsung kondisi lapangan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini ada 2 yaitu data sekunder dan data primer, data yang diambil di lapangan berupa data koordinat, elevasi dan data logging dari hasil pemboran data ini diambil dengan cara membuat deskripsi dari setiap lapisan hasil pemboran. Pengolahan data yang dilakukan mengunakan Ms. Excel sebagai data awal, Surfer sebagai dasar pebutan penampang dan Corel Draw untuk korelasi. Peta sebaran dalam penelitian dibuat mengunakan software ArcMap dengan metode interpolasi kriging 3D. Pada PT. Vale Indonesia Cabang Pomalaa membagi lapisan nikel laterit atas tiga bagian yaitu limonit, saprolit dan bedrock. Dari 12 titik bor yang dikorelasikan menghasilkan 3 korlasi arah Utara – Selatan, 5 korelasi arah Barat – Timur, 4 korelasi arah Barat Laut Tenggara dan 5 korelasi arah Timur Laut – Barat Daya. Lapisan saprolit merupakan lapisan yang memiliki kandungan Ni paling tinggi diantara lapisan saprolit dan bedrock. Titik bor dengan ketebalan saprolit lebih dari 5 meter terdapat 4 titik. Lapisan saprolit yang ada pada daerah penelitian tersebar di wilayah Barat. Korelasi lapisan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu logging, membuat penampang, kemudian membuat korelasi dari hasil pemboran dari tahap ini dapat di tentukan bahwa lapisan saprolit dengan ketebalan lebih dari 5 m tersebar di daerah Barat Laut wilayah penelitian