Pembuatan blok model harus sangat teliti untuk menghasilkan sebuah interprestasi geologi rinci yang dapat diubah menjadi sebuah model agar dapat diketahui endapan suatu bahan galian di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kondisi endapan nikel laterit dalam bentuk 2 dimensi dan 3 dimensi. Pengelohan data dilakukan menggunakan software surpac. Dengan cara menginput database terdiri dari data assay, collar, survei, dan litologi . Model penampang 2 dimensi atau cross section dibagi menjadi 8 penampang dari 37 titik bor. Gambar model overburden 3 dimensi tidak mencakup kesemua titik bor artinya block model yang dihasilkan tidak merata. Gambar model ore 3 dimensi semuanya mencakup kesemua titik bor. Untuk gambar model bedrock 3 dimensi ada beberapa kadar Ni pada bedrock yang hampir mendekati 0,9 % tetapi keberedaannya sangatlah kecil. Dari cross section line 1 sampai cross section line 8 terlihat bahwa tidak semua lubang bor memiliki zona over burden dan zona bedrock . Gambar model over burden 3 dimensi tidak mencangkup kesemua titik bor artinya block model yang dihasilkan tidak merata, hal ini disebabkan tingkat kadar Ni pada tahap pemboran sudah di atas 0,9%.