Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELURGA YANG MENGALAMI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DENGAN DEFISIENSI PENGETAHUAN MERAWAT BALITA DENGAN ISPA DI DESA BADANG NGORO JOMBANG Agus Edy Susanto; Ruliati Ruliati; Nita Arisanti Y
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, sebagian besar disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Tingkat mortalitas sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia, terutama di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah. Tingginya angka kejadian ISPA pada bayi di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh pengetahuan ibu yang kurang tentang ISPA. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan kemampuan keluarga merawat balita dengan ISPA di desa Badang, Ngoro, Jombang. Desain Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 keluarga dengan salah satu anggota keluarga yang mengalami ISPA terutama anak usia di bawah lima tahun dengan masalah defisiensi pengetahuan di desa Badang, Ngoro, Jombang. Hasil Penelitian : Data dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan dari asuhan keperawatan keluarga ini di dapatkan 2 keluarga sudah mampu memahami tentang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), tanda dan gejala, serta penyebab ISPA. Kesimpulan : Berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan selama empat kali kunjuan disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pengetahuan pada keluarga Tn. F, dimana pada kunjungan keempat masalah yang dihadapi sudah teratasi, namun pada keluarga Tn. B walaupun ada peningkatan, tetapi pada evaluasi akhir diperoleh hasil bahwa masalah sebagian teratasi karena faktor sosial ekonomi yang kurang. Jadi asuhan keperawatan yang diberikan pada keluarga Tn. F lebih efektif dibandingkan dengan asuhan keperawatan yang diberikan pada keluarga Tn. B. Saran : Saran untuk keluarga diharapkan pengetahuan keluarga 1 dan keluarga 2 dapat bertambah tentang penyakit Infeksi  Saluran Pernafasan Akut (ISPA) serta mampu untuk merawat keluarga yang sakit terutama pada anak usia di bawah lima tahun dan mampu memodifikasi lingkungan yang bersih untuk mengurangi faktor resiko penyebab ISPA, serta dapat membantu proses asuhan keperawatan keluarga dengan masalah defisiensi pengetahuan merawat balita dengan ISPA. Kata kunci : Asuhan Keperawatan Kelurga, ISPA, Pengetahuan
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN DIABETES MELITTUS DENGAN MASALAH DEFISIENSI PENGETAHUAN TENTANG POLA MAKAN DI DESA BADANG KECAMATAN NGORO JOMBANG Prasetya Dia K N; Ruliati Ruliati; Bambang Tutuko
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relatif (Padila. 2012). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada klien diabetes mellitus di Desa Badang Ngoro Jombang. Metode Penelitian : Desain penelitian yang di gunakan adalah studi kasus subjek yang digunakan penelitian ini adalah 2 kluarga yang mengalami diabetes mellitus dengan masalah defisiensi pengetahuan tentang pola makan di Desa Badang Ngoro Jombang. Hasil Penelitian : Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada keluarga di dapatkan evaluasi perkembangan klien belum memenuhi target karena klien kurang koopratif sehingga kriteria hasil yang sudah ditentukan belum bisa tercapai semua, tetapi klien sudah mulai mengerti tentang penyakit diabetes  mellitus dan komplikasinya. Kesimpulan : Kesimpulan asuhan keperawatan di dapatkan 2 keluarga dengan keluarga 1 tidak bisa mengontrol pola makan dengan baik dan keluarga 2 kurang mengetahuan diet untuk penyakit diabetes mellitus. Peneliti melakukan implementasi di sesuaikan dengan kondisi klien selama dua minggu yang menfokuskan memberikan health education mengenai lima fungsi keperawatan fungsi keluarga. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga, Defisiensi Pengetahuan, Diabetes Mellitus
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA LAKI-LAKI PEROKOK Penelitian Pra Experimental (One Group Pra Test – Post Test Design) Di SMP Negeri 03 Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Ruliati Ruliati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju masa dewasa, sehingga muncul berbagai masalah diantaranya adalah perilaku merokok yang dipengaruhi oleh banyak faktor, faktor tersebut antara lain adalah pengetahuan. Sehingga perlu diberikan suatu penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan bahaya merokok terhadap pengetahuan remaja laki-laki perokok. Desain penelitian ini dengan menggunakan “Pra experimental“ (One Group Pra Test – Post Test Design ). Sampel penelitian ini adalah remaja di SMP 3 Jombang kecamatan Jombang dengan teknik sampling purposive sampling dengan responden sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi, dimana semua responden digunakan sebagai subyek penelitian. Variabel independen penyuluhan kesehatan bahaya merokok dan variabel dependennya pengetahuan remaja laki-laki perokok. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner sebelum dan sesudah pemberian “Penyuluhan Kesehatan”. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon “ dengan tingkat signifikan P < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok pada subyek tingkat signifikansinya adalah P = 0,010 < 0,05, artinya H1 diterima. Oleh karena itu disarankan kepada peneliti selanjutnya dilakukan penelitian pada factor lainya yang mempengaruhi perilaku merokok dengan menggunakan sample yang lebih besar sehingga hasilnya lebih representatif.Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan Remaja, Bahaya Merokok