Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERUPUK SUKUN (STUDI KASUS DI DESA JAMBUIR KECAMATAN GAYAM KABUPATEN SUMENEP) Wiwik Sri Untari; Mohammad Jakfar Syadik
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.893

Abstract

Makanan adalah kebutuhan dasar bagi setiap individu. Makanan adalah hasil kerja keras banyak orang dalam suatu sistem yang mencakup kegiatan input, produksi, pengolahan, dan pemasaran bahan makanan (faktor output). Agro-processing produk pertanian adalah bagian dari agroindustri, yang mengolah bahan baku yang bersumber dari tanaman, hewan, dan ikan. Pemrosesan meliputi proses transformasi dan pelestarian melalui perubahan fisik atau kimia, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi. Dari definisi ini, dapat dilihat bahwa pelaku agroindustri pengolahan agroindustri adalah petani yang berproduksi bersama konsumen atau pengguna produk agroindustri. Dengan demikian, agroindustri pengolahan pertanian memiliki karakteristik sebagai berikut: (a) meningkatkan nilai tambah, (b) menghasilkan produk yang dapat dipasarkan atau digunakan atau dimakan, (c) meningkatkan daya saing, dan (d) meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi produsen. Kecamatan Gayam adalah salah satu sentra produksi sukun. Berdasarkan statistik Sumenep, pada tahun 2015 produksi sukun di Kecamatan Gayam adalah 3.492. Sukun adalah tanaman komoditas yang dipasarkan keluar dari Sepudi dan juga diolah menjadi makanan khas pulau Sepudi, yaitu kerupuk sukun. Beberapa warga Desa Jambuir, Kecamatan Gayam, mengolah sukun menjadi kerupuk sukun. Bisnis industri kerupuk sukun yang berkembang di masyarakat adalah industri rumah tangga dan industri kecil. Mengolah sukun menjadi kerupuk sukun bertujuan untuk meningkatkan daya tahan buah sukun sehingga cocok untuk dikonsumsi dan mendapatkan nilai jual tinggi di pasaran. Kegiatan bisnis pengolahan sukun menjadi kerupuk sukun mengubah bentuk sukun dari produk primer menjadi produk baru dengan nilai ekonomi lebih tinggi.