Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Logical Fallacy Argumentation on Testimonials on Homeshopping Television Show Syahyuni Srimayasandy

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.375 KB)

Abstract

The decision to purchase a product is inseparable from the buyer's trust in a product. Testimonials are a tool for marketers to eliminate consumer barriers about the product to be purchased. Testimonials on home shopping television products tend to be controllable. The selection of sources, the use of scripts, and the editing process can be a form of media control over the information received by the public. This study focus on analyzing testimonials from the logical side of the testimony content. The method used to analyze this logical fallacy is qualitative content analysis. The text is separated using Toulmin's model into three parts, namely claim, ground, and warrant. This research uses a logical fallacy as a tool to evaluate the logic of the testimony in terms of content. The results of this study found that there was a logical fallacy in the testimony content. The fallacies include generalization fallacy, fallacy fallacies, fallacy of composition, appeal to wealth fallacy, appeal to pity, dan appeal to force.
Narrative Analysis of the Web Series "Suka Duka Berduka" to Review the Relationship between Characters Syahyuni Srimayasandy
MEDIASI : Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Vol 4, No 1 (2023): January
Publisher : Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/mediasi.v4i1.660

Abstract

This article discusses the relationship between characters in the Indonesian web series ‘Suka Duka Berduka’. This web series is an Indonesian web series with conflicts over inheritance within the family. This study uses the Aktan model approach made by Greimas. Through this approach, it can be concluded that in the web series ‘Suka Duka Berduka’ characters cannot only occupy a position. However, it can move around according to the needs of the story. For example, a sending character can become a receiving character. Thus, it can be concluded that in a story the position of the actor is not always constant, but can be flexible according to the needs of the story. This study also supports the previous argument, where the position of Aktan does not have to be filled with a character or figure but can also be a condition or situation. 
PRODUKSI MEDIA PROMOSI DIGITAL UNTUK UMKM MELALUI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBERDAYA WANITA (PPSW) Freddy Yakob; Syahyuni Srimayasandy; Adryans Adryans; Putri Surya Cempaka
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) JANUARI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v2i2.654

Abstract

Dalam rangka meningkatkan branding produk pelaku usaha mikro khususnya wanita, Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) melalui Koperasi Pengembangan Sumberdaya Wanita (KPSW) mewadahi para wanita agar tetap produktif sebagai pendukung dalam kegiatan ekonomi keluarga. Pelaku usaha wanita ini didominasi ibu rumah tangga yang masih awam terhadap branding dan media digital. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman dan praktik terkait produksi media promosi dan media digital. Metode dilakukan dengan pelatihan berkelanjutan mulai dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi kepada 10 KPSW pilihan. Pada pra produksi akan diajarkan terkait proses perencanaan konten dan teknik dasar pengambilan gambar. Lalu produksi dilakukan pada masing-masing lokasi KPSW dengan mentor dari pengabdi. Setelah itu pada pasca produksi dilakukan pembelajaran terkait editing dasar.  Selanjutnya melakukan publikasi hasilnya pada media digital. Luaran yang dihasilkan dari pengabdian ini adalah video untuk disebarkan melalui media digital. Pengabdian ini dapat memberikan konsep dasar bagi PPSW agar dapat memberikan pembelajaran kepada pelaku usaha pada KPSW lain. Dampak yang diharapkan adanya pengembangan produktifitas pelaku usaha mikro, khusus para wanita agar tetap berkontribusi dalam peningkatan ekonomi.
MAPPING INDONESIAN WEB SERIES THEMES: INSIGHTS INTO OVER THE TOP CONTENT DIVERSITY Syahyuni Srimayasandy; Laelatul Pathia
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v16i2.2617

Abstract

The ease of internet access in Indonesia is increasing. This encourages content production on the internet to grow as well, including producing original web series broadcast on over-the-top (OTT) services in Indonesia. Encouraging the creation of content diversity in web series requires mapping content produced within a certain period. This research will map the content of the Indonesian web series broadcast on five OTTs in 2020–2022. This research attempts to map the Indonesian web series themes published from 2020 to July 2022. The method used is a qualitative content analysis by reading various theme elements in the web series. These elements can describe the ideas and impressions created by filmmakers. Thematic elements include (1) plot, (2) emotional or mood effects, (3) character, and (4) style or structure. A popular theme is the theme of romance with a variety of school love. The mood is built through conflicts that are close to everyday life. Style the camera arrangement using cinematic and dynamic shots. The sound arrangement makes a lot of use of dialogue to convey messages. Artistic has a trend to take advantage of the beauty of nature and space. To strengthen the three dimensions of the character, make-up, and wardrobe are used according to the character's character. The results of this study are as follows: A popular theme is romance with a variety of school love. The mood is built through conflicts that are close to everyday life.
PRODUKSI MEDIA PROMOSI DIGITAL UNTUK UMKM MELALUI PUSAT PENGEMBANGAN SUMBERDAYA WANITA (PPSW) Yakob, Freddy; Srimayasandy, Syahyuni; Adryans, Adryans; Cempaka, Putri Surya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v2i2.654

Abstract

Dalam rangka meningkatkan branding produk pelaku usaha mikro khususnya wanita, Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) melalui Koperasi Pengembangan Sumberdaya Wanita (KPSW) mewadahi para wanita agar tetap produktif sebagai pendukung dalam kegiatan ekonomi keluarga. Pelaku usaha wanita ini didominasi ibu rumah tangga yang masih awam terhadap branding dan media digital. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman dan praktik terkait produksi media promosi dan media digital. Metode dilakukan dengan pelatihan berkelanjutan mulai dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi kepada 10 KPSW pilihan. Pada pra produksi akan diajarkan terkait proses perencanaan konten dan teknik dasar pengambilan gambar. Lalu produksi dilakukan pada masing-masing lokasi KPSW dengan mentor dari pengabdi. Setelah itu pada pasca produksi dilakukan pembelajaran terkait editing dasar.  Selanjutnya melakukan publikasi hasilnya pada media digital. Luaran yang dihasilkan dari pengabdian ini adalah video untuk disebarkan melalui media digital. Pengabdian ini dapat memberikan konsep dasar bagi PPSW agar dapat memberikan pembelajaran kepada pelaku usaha pada KPSW lain. Dampak yang diharapkan adanya pengembangan produktifitas pelaku usaha mikro, khusus para wanita agar tetap berkontribusi dalam peningkatan ekonomi.
Pelatihan Mobile Journalism guna Menumbuhkan Praktik Jurnalisme di SMAN 2 Kendari Srimayasandy, Syahyuni; Yakob, Freddy; Cempaka, Putri Surya; Rasni, Rasni
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v8i3.27645

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul Pelatihan Teknis Mobile Journalism yang dilaksanakan secara luring di SMA Negeri 2 Kendari. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan jurnalistik siswa, khususnya dalam memproduksi konten liputan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik dan layak tayang di media digital sekolah. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis naskah berita, melakukan pengambilan gambar, serta menyunting video liputan menggunakan smartphone sebagai alat utama produksi. Kegiatan dilaksanakan selama 10 jam pelajaran dengan melibatkan 23 siswa anggota organisasi Pers dan Mading SMA 2 Kendari (Presma Smada). Materi disampaikan oleh dosen Jurusan Komunikasi Politeknik Negeri Media Kreatif melalui metode 30% teori dan 70% praktik, yang mencakup pengenalan citizen journalism, teknik mobile reporting, dan penyuntingan video berbasis aplikasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan teknis peserta yang ditunjukkan melalui dihasilkannya 10 video liputan berdurasi 1–3 menit dengan penerapan prinsip jurnalistik dasar seperti nilai berita, objektivitas, dan etika pemberitaan. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 93% terhadap materi dan 98% terhadap metode pelatihan. Secara kualitatif, pelatihan ini menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, literasi media, serta rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan informasi publik secara akurat dan kreatif. Karya video yang dihasilkan juga berkontribusi langsung dalam memperkuat publikasi dan citra positif sekolah melalui media sosial. Program ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya jurnalistik digital di kalangan pelajar serta mendorong revitalisasi Presma menjadi klub jurnalisme digital di sekolah sebagai tindak lanjut keberlanjutan kegiatan.