p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EDUKASI Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PAK UAN SUKSES KELOLA PONDOK PESANTREN MELALUI DANA ABADI DI ERA 1950-AN SAMPAI 1970-AN A Muthalib
Jurnal Edukasi Vol 9 No 2 (2021): JURNAL EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i2.1727

Abstract

Penelitian ini mengambil tema: Pak Uan Sukses Kelola Pondok Pesantren Melalui Dana Abadi Di Era1950-an Sampai 1970-an. Ketika itu kondisi Indonesia masih “rentan” dengan persoalan politik, Kacau balaunya sistem perpolitikan Indonesia kala itu berlarut sampai pada puncaknya di pertengahan tahun 1965, yaitu terjadinya peristiwa G30S/PKI. Krisis di bidang politik tersebut otomatis berimbas kepada sistem perekonomian Indonesia secara umum. Karena itulah banyak lembaga ketika itu yang “gulung tikar”, tak terkecuali sejumlah lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren yang harus menelan “pil pahit” dari sistem perpolitikan dan perekonomian Indonesia yang carut marut pada waktu itu. Namun di antara pondok pesantren tersebut ada yang tetap bertahan (beraktifitas) seperti pondok-pondok pesantren maju di Pulau Jawa dan di luar Jawa. Pondok pesantren yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pondok pesantren Darul Yatim Sungai Pinang Kuala Enok. Temuan penulis di Pondok Pesantren milik Pak Uan tersebut antara lain, ketika terjadinya krisis perekonomian Indonesia 1950-an sampai 1960-an Pondok Pesantren Pak Uan tersebut menerapakan sistem dana wakaf (kini, dunia pendidikan menyebutnya dengan istilah “Dana Abadi”). Dana abadi itu benar-benar difungsikan untuk menjalankan aktifitas (operasional Pondok), sehingga manfaat dana abadi tersebut sangat dirasakan oleh pondok, santri dan pihak-pihak yang terkait. Di antara manfaatnya adalah kitab-kitab (buku-buku) yang dibutuhkan para santri saat itu digratiskan, uang SPP ditiadakan, bahkan apabila ada di antara santri yang jatuh sakit atau ekonomi orang tua mereka yang tidak mampu, maka dana abadi tersebut digunakan pihak pengelola pondok untuk mengatasi semua permasalahan tersebut.
PAK UAN SUKSES KELOLA PONDOK PESANTREN MELALUI DANA ABADI DI ERA 1950-AN SAMPAI 1970-AN A Muthalib
Jurnal Edukasi Vol 9 No 2 (2021): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i2.1727

Abstract

Penelitian ini mengambil tema: Pak Uan Sukses Kelola Pondok Pesantren Melalui Dana Abadi Di Era1950-an Sampai 1970-an. Ketika itu kondisi Indonesia masih “rentan” dengan persoalan politik, Kacau balaunya sistem perpolitikan Indonesia kala itu berlarut sampai pada puncaknya di pertengahan tahun 1965, yaitu terjadinya peristiwa G30S/PKI. Krisis di bidang politik tersebut otomatis berimbas kepada sistem perekonomian Indonesia secara umum. Karena itulah banyak lembaga ketika itu yang “gulung tikar”, tak terkecuali sejumlah lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren yang harus menelan “pil pahit” dari sistem perpolitikan dan perekonomian Indonesia yang carut marut pada waktu itu. Namun di antara pondok pesantren tersebut ada yang tetap bertahan (beraktifitas) seperti pondok-pondok pesantren maju di Pulau Jawa dan di luar Jawa. Pondok pesantren yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pondok pesantren Darul Yatim Sungai Pinang Kuala Enok. Temuan penulis di Pondok Pesantren milik Pak Uan tersebut antara lain, ketika terjadinya krisis perekonomian Indonesia 1950-an sampai 1960-an Pondok Pesantren Pak Uan tersebut menerapakan sistem dana wakaf (kini, dunia pendidikan menyebutnya dengan istilah “Dana Abadi”). Dana abadi itu benar-benar difungsikan untuk menjalankan aktifitas (operasional Pondok), sehingga manfaat dana abadi tersebut sangat dirasakan oleh pondok, santri dan pihak-pihak yang terkait. Di antara manfaatnya adalah kitab-kitab (buku-buku) yang dibutuhkan para santri saat itu digratiskan, uang SPP ditiadakan, bahkan apabila ada di antara santri yang jatuh sakit atau ekonomi orang tua mereka yang tidak mampu, maka dana abadi tersebut digunakan pihak pengelola pondok untuk mengatasi semua permasalahan tersebut.