Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Synthesis of Single Phase BaFe12O19 Nanoparticle by Sol-Gel Method Dwita Suastiyanti; Bambang Soegijono; Azwar Manaf
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 9 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v9i1.51

Abstract

Barium hexaferrite BaFe12O19 (BHF) is a great importance as permanent magnets, particularly formagnetic recording as well as in microwave devices. Barium hexaferrite also could be used as one of the basic constituent compound of multiferroic material. Multiferroic is a class of materials that yieldsimultaneous effects of ferroelectric,ferromagnetism and ferroelasticity in the same material. So BHF must be as nanoparticle and single phase to increase magnetoelectric coupling effect showing improvement multiferroic properties in material. Barium hexaferrite powders were prepared by sol gel auto combustion method. Hence the mole ratios of Ba2+/Fe3+ were varied at 1:12; 1:11.5 and 1:11 and sintering at 850oC for 10 hours for each mole ratios. To confirm the formation of single phase, it was used X-Ray Diffraction (XRD) Phillips, PW 1835 type in the 20o-100o diffraction angle using CuKα radiation. XRD results showed that sample with mole ratios of Ba2+/Fe3+ = 1:11,5 was best sample due to having single phase, 100% BHF phase be evidenced by HighScore Plus Refinement. Using Particle Size Analyzer (PSA) from Beckman Coulter type showed that sample with mole ratios of Ba2+/Fe3+ = 1:11,5 was powder in nano size, 66 nm (<100 nm). This research confirms that sol-gel method using mole ratio of Ba2+/Fe3+ = 1:11,5 and sinter temperature at 850oC for 10 hours could be used for synthesize single phase BHF in nanoparticle.
Sosialisasi pemahaman mengelola limbah sayuran menjadi pupuk guna mewujudkan konsep smart village Desa Ciputri Kabupaten Cianjur Refranisa Refranisa; Dwita Suastiyanti; Matsuani Matsuani; Heru Irianto
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.2942

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Smart Village yang diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah 3 bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam gerak kolaboratif. Permasalahan utama yang ditemukan di lokasi kegiatan adalah adanya timbunan limbah sayuran yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan desa. Menanggapi permasalahan tersebut, tim PkM Institut Teknologi Indonesia berkontribusi dalam tema smart environment dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah sayuran menjadi pupuk kompos sebagai upaya mendukung terwujudnya konsep Smart Village di Desa Ciputri. Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat desa dalam kerangka model Smart Village, dengan melibatkan peran aktif karang taruna sebagai penggerak utama. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, focus group discussion (FGD), pengembangan materi, serta pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, serta kemampuan warga dalam mengimplementasikan pengelolaan sampah secara mandiri. Diharapkan limbah sayuran yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai guna dan potensi nilai ekonomi bagi masyarakat desa.