Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Produk Kosmetik Pelembab Wajah dengan Metode Kansei Engineering Nina Aminatur Rohmah; Gadih Ranti; Benny C H Nendissa
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v4i1.157

Abstract

PT L’Essential adalah perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik dan kosmeseutikal, mengedepankan inovasi dalam pembuatan produknya sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Kesuksesan perusahaan juga tidak luput dari peran konsumen yang cenderung memilih produk sesuai dengan keinginan mereka. Namun, konsumen biasanya menyampaikan keinginan mereka dalam bahasa abstrak yang tidak dapat ditangkap dengan indera manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang dapat menerjemahkan keinginan konsumen. Kansei Engineering merupakan sebuah metode pengembangan produk yang dapat menerjemahkan perasaan konsumen menjadi komponen desain yang riil. Penelitian ini menggunakan metode Kansei Engineering untuk mendefinisikan keinginan konsumen yang teridentifikasi melalui Kansei Word yang berhubungan dengan produk yang akan dikembangkan yaitu produk Pelembab Wajah. Kemudian dilakukan Analisis MANOVA untuk mengetahui konsep desain yang paling disukai konsumen berdasarkan Kansei Word. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan 10 pasang Kansei Word yang layak untuk dijadikan parameter desain. Berdasarkan hasil Analisis MANOVA terhadap 4 konsep desain yang diusulkan terdapat konsep desain yang disukai oleh konsumen yaitu konsep desain D12, karena paling unggul pada 5 Kansei Word. Konsep desain D12 memiliki spesifikasi bentuk isi Gel, warna isi Tidak Berwarna, aroma isi beraroma Buah, memiliki fungsi melembabkan dan menyegarkan kulit serta dikemas dalam kemasan Tube. Kata kunci: Kansei Engineering, Kansei Word, Analisis MANOVA, Konsep desain.
Implementasi Lean Manufacturing dan Kaizen untuk Meningkatkan Produktivitas di Lantai Produksi Linda Theresia; Gadih Ranti; Ray Kreshna
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v4i2.166

Abstract

Currently the industry is trying to improve its competitiveness. This makes the manufacturingindustry needs to adapt the Lean-Kaizen concept. Lean-Kaizen means eliminating waste through small improvements made on an ongoing basis. This research takes a case study at PT Inoac Poltechno Indonesia, which is engaged in foam production. The current production target is only 56% of the planned target. Besides that, there are found many defective products and activities that have no added value. Furthermore, a map of the current condition is made to find waste and know the kaizen that will be carried out. Furthermore, a future map was developed with work standardization and Value Stream Mapping to determine activities that have no added value. Calculation of Waste Assessment Model (WAM), shows the biggest waste is defect (26.73%), inventory (15.79%), and waiting (13.35%). This study found that by adding trolley, adding operators, making SOPs, scheduling engine maintenance would make non-value added (NVA) activities decrease from 29.95% to 20.5%. Process Cycle Efficiency increased from 22.31% to 28.25% (thus fulfilling international PCE requirements for the manufacturing industry). Keyword : Lean-Kaizen, productivity, waste
Kecemasan Mahasiswa Terhadap Pandemi Covid 19 (Studi Kasus Mahasiswa Institut Teknologi Indonesia) Gadih Ranti
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v6i1.179

Abstract

Pandemi covid 19 membuat sebagian orang mengalami kecemasan berlebih. Kecemasan (anxiety) merupakan gangguan alam perasaan (affectiv) yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Tingkat kecemasan dapat diukur dengan menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), yaitu pengukuran kecemasan yang didasarkan munculnya 14 symptom pada individu yang mengalami kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa saat pandemic covid-19. Studi kasus pada mahasiswa Institut Teknologi Indonesia. Kuesioner diedarkan kepada 150 mahasiswa di 10 program studi. Kuesioner yang valid 124 orang, terdiri dari 62 pria dan 62 wanita. Hasil penelitian menunjukkan utamanya kecemasan diakibatkan factor ketegangan, gangguan tidur, tingkah laku, depressi,dan ansietas. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap kecemasan mahasiswa saat pandemic covid-19. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian deskriptif yang menunjukkan bahwa mahasiswa pria dan wanita memiliki kecemasan pada kategori yang sama, yaitu kategori sedang.  Temuan penelitian menunjukkan  bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan akibat pandemic covid-19 dengan nilai indeks prestasi mahasiswa sebelum dan sesudah pandemi
Implementasi Lean Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk Meningkatkan Keandalan Mesin: Studi Kasus PT Pelita Cengkareng Paper Gadih Ranti
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v7i2.178

Abstract

Dalam lean manufacturing, keandalan mesin sangat penting, sehingga mendorong banyak perusahaan di seluruh dunia untuk mengadopsi strategi pemeliharaan yang efektif dan efisien. Salah satunya adalah menggunakan Reliability Centered Maintenance (RCM), yaitu pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi pemeliharaan preventif dengan menetapkan interval perawatan. PT. Pelita Cengkareng Paper saat ini menerapkan maintenance hanya jika mesin mengalami kerusakan. Paper Machine PM 5 merupakan mesin yang mengalami downtime tertinggi selama 2 tahun, yaitu 840.07 jam. Pada PM 5, downtime tertinggi ditemukan di mesin Press.  Nilai Risk Priority Number (RPN) komponen kritis tertinggi mesin Press ditemukan pada komponen Felt dan Uhle Box. Dari hasil penelitian diperoleh interval waktu perawatan komponen Felt adalah 346,15 jam, komponen Uhle Box 385,03 jam Dengan menggunakan RCM Decision Worksheet dapat diketahui jenis kerusakan komponen Felt yaitu: longgar, macet dan kotor. Sedangkan untuk komponen Uhle Box ditemukan cover Uhle Box aus. Tindakan scheduled discard task utamanya dapat dilakukan untuk meningkatkan keandalam komponen.