Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Waqf Linked Sukuk Untuk Memberdayakan Tanah Yang Tidak Produktif Nur Dinah Fauziah; Amalia Tulmafiroh
Al-tsaman : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : INAIFAS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waqf has a higher flexibility compared to zakat so that the scholars perform ijtihad by developing a form of waqf according to the needs of the times. There are so many donated land in Indonesia, but the quality of empowerment has not been maximized. Given, there are still a lot of abandoned land due to lack of funds and guidance to the managers. The presence of sukuk in 2002 was a breakthrough in the development of the capital market in Indonesia because it became an alternative bond instrument for companies that were a source of external funds. Waqf is defined as the retention of property rights over material objects (al-'ain) for the purpose of providing benefits or benefits (al-manfa'ah). And waqf serves to realize the potential and economic benefits of waqf property for the benefit of worship and to advance the welfare of the people. Meanwhile, a sukuk is a long-term securities based on sharia principles issued by the issuer to sukuk holders which obliges the issuer to pay income to sukuk holders in the form of profit sharing / margin /fee as well as repaying the sukuk at maturity. This research approach is a qualitative approach with a literature approach. To empower unproductive land waqf nadzir waqf in collaboration with financial institutions in Indonesia to turn unproductive land into productive land, such as building hospitals, mosques, madrasas, Islamic boarding schools, roads, and other infrastructure. So that the land becomes more beneficial for all mankind. Wakaf memiliki fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan dengan zakat sehingga para ulama berijtihad dengan mengembangkan bentuk wakaf sesuai kebuthan zaman. Tanah wakaf di indonesia begitu banyak tapi belum maksimal kwalitas pemberdayaannya. Mengingat, masih banyak tanah yang terbengkalai karena kekurangan dana serta pembinaan pada para pengelolanya. Kehadiran sukuk pada tahun 2002 merupakan terobosan dalam perkembangan pasar modal di Indonesia karena menjadi alternatif instrumen obligasi bagi perusahaan-perusahaan yang merupakan sumber dana eksternal. Wakaf diartikan sebagai penahanan hak milik atas materi benda (al-‘ain) untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya (al-manfa’ah). Dan wakaf berfungsi untuk mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umat. Sedangkan Sukuk adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang sukuk yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegan sukuk berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dan sukuk pada saat jatuh tempo. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan literatur. Untuk meberdayakan wakaf tanah yang tidak produktif nadzir wakaf bekerjasama dengan lembaga keuangan di indonesia untuk menjadikan tanah yang tidak produktif menjadi tanah yang produktif seperti pembanguna rumah sakit, masjid, madrasah, pesantren, jalan, dan untuk infrastruktur lainnya. Sehingga tanah tersebut menjadi lebih bermanfaat bagi semua umat manusia.
ANALISIS PERANAN ZAKAT PRODUKTIF MELALUI PROGRAM LAPAK BERKAH DISABILITAS UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI MUSTAHIK Almar'atus sholikhah; Nur Dinah Fauziah; Mohamad Toha
Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/izdihar.v2i2.2971

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh beberapa negara, salah satunya adalah negara Indonesia. Salah satu cara yang bisa meminimalisir masalah kemiskinan adalah zakat produktif melalui lembaga yang di bentuk oleh pemerintah bersama masyarakat. Zakat produktif adalah zakat yang diberikan kepada mustahiq sebagai modal untuk menjalankan suatu kegiatan ekonomi. Dari beberapa lembaga organisasi yang mengelola zakat secara efektif, efisien, dan transparan salah satunya adalah Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Timur. IZI memiliki beberapa produk dalam pemberdayaan, salah satunya Lapak Berkah Disablitas, produk tersebut diberikan pada mustahik disabilitas yang diberi kesempatan mengelola zakat produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan zakat melalui program Lapak Berkah Disablitas untuk pemberdayaan ekonomi mustahik di Inisiatif Zakat Indonesi Perwakilan Jawa Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Mustahik dan staff pemberdayaan IZI Perwakilan Jawa Timur dan dokumentasi berupa data yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa IZI Perwakilan Jawa Timur sudah menjalankan programLapak Berkah Disabilitas dengan baik. Peranan yang diberikan zakat produktif melalui program Lapak Berkah Disablitas telah mampu memperbaiki perekonomian mustahik dengan memberikan modal usaha dan fasilitas guna pengembangan usaha maupun membuka usaha baru. Selanjutnya, IZI juga melakukan pengawasan berupa pendampingan yang terdiri dari pembinaan manajemen keuangan dan pembinaan spiritual mustahik. Pengawasan yang dilaksanakan IZI Perwakilan Jawa Timur, sudah dilaksanakan secara optimal, sehingga mustahik mampu mengelola modal usaha dengan baik dan mampu memanajemen keuangan dalam usahanya. Sehingga terciptalah ekonomi mustahik yang berkembang.
Analisis peran zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf di lembaga Dompet Dhuafa Jawa Timur sebagai upaya pengentasan kemiskinan di masyarakat Muawanah; Nur Dinah Fauziah; Demila; Akub Hambali Adi Zamick
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v2i2.6892

Abstract

Purpose – This research was conducted because poverty and income inequality are still one of the problems that are often faced by the Indonesian people. Where poperty in question is one of the problems of the Indonesian nation which is very important, especially when there is a sharing of condominiums such as the global crisis which mainly affects food and an energy crisis. One of the things wer can see is the bgigh price of oil which will have an impact on poperty, especially in Indonesian. The formulation of the problem in this study is how the role of zakat, infaq and sadakah as a solution in alleviating poverty. The purpose of this study is that we can find out how the role of zakat, infaq and sadakah in alleviating poverty Method – The type of research that the author uses is descriptive qualitative. While data collection from this research is by way of observation and interviews Results – The results of this study indicate that the existence of zakat, infaq and sadakah can be used as a solution in alleviating poverty and income inequality, it can be seen that the existence of productive zakat programs can help zakat recipients in improving their economy. Limitations – this research has limitations in terms of the number of research informants, further research can expand information from various regions who receive zakat, infaq and hadaqah through dhuafa wallets. Practical Implications – this research is a recommendation for government policy to develop programs through social institutions and zakat institutions in order to reduce poverty.
Analisis Mekanisme Pambiayaan Qardhul Hasan Pada Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri Surabaya Nadya Khoirun Nisa; Nur Dinah Fauziah; Sundari
AL-UJRAH Vol 2 No 01 (2023): Al-Ujrah: Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekomoni Syariah STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/alujrah.v2i01.85

Abstract

ABSTRAK Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan membuat inovasi bernama “Bank Wakaf Mikro” sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam operasionalnya BWM hanya melakukan penyaluran dana berupa pembiayaan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar pesantren. Salah satu produk pembiayaannya adalah qardhul hasan. Pembiayaan tersebut digunakan untuk tambahan modal guna mengembangkan usaha kecil para nasabah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana mekanisme pembiayaan qardhul hasan di BWM Al Fithrah Wava Mandiri Surabaya. Jenis penelitian yang diterapkan di dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tempat penelitian di Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri yang terletak di jalan Kedinding Lor gang Kemuning 1 No. 8-A, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data melalui observasi dan wawancara kepada para pegawai serta nasabah Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri Surabaya.Hasil yang didapat setelah melakukan penelitian di lapangan adalah mekanisme pembiayaan qardhul hasan di Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri Surabaya sudah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pembiayaan qardhul hasan dilakukan dengan berkelompok dan tanpa jaminan. Ada beberapa tahap yang dilakukan sebelum pencairan dana. Angsuran pembiayaan bersifat tanggung renteng yakni jika ada nasabah yang belum bisa membayar angsuran maka ditanggung oleh anggota kelompoknya. Nasabah merasa terbantu dengan adanya pembiayaan qardhul hasan karena mereka mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Nasabah juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan baik dalam bidang ekonomi dengan adanya pengembangan usaha maupun pembinaan dalam bidang keagamaan dengan adanya pengajian agama. Kata kunci: Qardhul hasan, Bank Wakaf Mikro, Mekanisme pembiayaan.
IMPLEMENTATION OF PROFESSIONAL ZAKAT ON ECONOMIC DEVELOPMENT AND PEOPLE'S EMPOWERMENT Nur Dinah Fauziah; Muawanah; Moh. Suhail Wajdy Ali
IZZI: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 5 No. 3 (2025): IZZI: Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat is one of the five main pillars to strengthen the religion of Islam, as a way for humans to worship Allah and also humans with other people in terms of social responsibility which can be considered as a religious tax. The zakat of the profession arises from the controversy and potential strength of the overall economy. In today's modern era, many people earn so much income by capitalizing on knowledge gained from formal education. Educational human beings can be educational systems that are programmed by the government, at least can generate enormous income compared to agricultural products, farms and plantations. Because with education gained by humans, he can have appropriate professions from the field of education that he has experienced. Therefore this writer will discuss about zakat profession which has mushroomed in this modern era. Islam aims at social unrest in society with zakat. Zakat has a mission to improve relations between human beings, which in turn can reduce the problematic gap in their lives. In addition, the Zakat can also strengthen a vertical relationship with God, because zakat is a form of devotion (worship) to the god. The ulama have determined that the property shall with zakat only five kinds, namely cattle, gold, and silver, trade, agriculture, minerals and rikaz (finding treasure). However, at present, a profession that can produce wealth is growing. Therefore, the scope of assets that zakat should be extended to some form of wealth which is not known in the early days of Islam, among other professions, doctors, notaries, bankers, psychologists, and so on.