Pendekatan pembelajaran berbasis masalah Multimedia adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan beberapa media sebagai konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara mengukur dan keterampilan menggunakan alat ukur. Dengan asumsi dasar pada batasan masalah tersebut, Multimedia menjadi relevan untuk diterapkan sebagai strategi pembelajaran pengukuran. Dengan pendekatan multimedia diasumsikan belajar pengukuran akan menjadi menarik karena objek yang dipelajari akan mudah mengingatnya. Instrumen pengumpulan data yaitu instrumen tes dan nontes. Tes digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan pembelajaran konsep modernisasi sesaat setelah proses pembelajaran pengukuran dilaksanakan pada kelas X/1 Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 1 Bandar Dua tahun pelajaran 2016 – 2017. Teknik non tes yang dipilih pada penelitian ini ada 3 yaitu observasi, wawancara, dan jurnal. Observasi digunakan untuk mengetahui tentang respon dan sikap siswa terhadap pemahaman konsep modernisasi dalam pembelajaran Pengukuran, respon dan sikap siswa terhadap pendekatan multimedia, Wawancara digunakan untuk mengetahui tanggapan dan sikap siswa dalam pelaksanaan pendekatan multimedia, penyebab siswa kurang dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dan motivasi yang menjadikan siswa bersemangat mengikuti proses pendekatan multimedia. Jurnal digunakan untuk mengetahui berbagai gejala yang muncul dan tercatat atau terekam pada saat penerapan pendekatan multimedia baik yang bersifat maju maupun mundur untuk mengadakan perbaikan pada siklus berikutnya. Nilai persentase dihitung dengan ketentuan sebagai berikut: Pendekatan Multimedia yang diterapkan pada kelas X/1 Teknik Sepeda Motor TSM SMK Negeri 1 Bandar Dua juga dapat menyebabkan perubahan-perubahan tingkah laku yang menyertai peningkatan pembelajaran, yakni semakin meningkatkan daya kritis dan percaya diri siswa dalam menyikapi problem penggunaan jangka sorong, kepekaan terhadap problem-problem yang terjadi di praktikum, kemampuan dalam berargumentasi dan berdiskusi, kemampuan dalam memberikan solusi atas problem yang terjadi pada praktikum, dan kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan sebuah masalah.