Bahruddin Bahruddin
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI ADAB BERDIALOG MENURUT MUHAMMAD SAYYID THANTHAWI MELALUI PEMBELAJARAN SISWA AKTIF DI SEKOLAH Mohammad Erfan Maulana; Abuddin Nata; Bahruddin Bahruddin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.924

Abstract

Dialog merupakan salah satu metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk aktif, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Namun dalam prakteknya dialog tekadang mengarah kepada sikap saling bertentangan dan memancing emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep berdialog menurut Muhammad Sayyid Tantawi dalam kitabnya, Adab Hiwar fi al-Islam, serta implementasinya ke dalam pembelajaran aktif di sekolah. Temuan dari penelitian ini diantaranya adalah adab berdialog menurut Muhammad Sayyid Tantawi terdiri dari sebelas kaidah, yaitu, kejujuran, fokus pada tema yang dibahas, menghadirkan dalil akurat dan logika sehat, memperjelas letak perbedaan, etika kesantunan, menghindari perbuatan yang zhalim, mengarah pada kepentingan umum, mendahulukan pendapat para pakar, tidak menjeneralisir hukum, meninjau asas manfaat dan madharatnya,  meningkatkan pemahaman dan akurasi hukum yang disepakati para ahli, terbuka dan apa adanya, dengan mengedepankan kebenaran. Pemikiran Muhamad Sayyid Thanthawi tentang adab berdialog ini dapat diimplementasikan secara strategis-konseptual ke dalam pembelajaran aktif di sekolah dimana salah satunya adalah melalui Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) dengan menginternalisasikan dasar pijakan pembelajaran aktif yang diusung oleh L. Dee Fink, yaitu: Dimensi Pengetahuan Dasar, Dimensi Penerapan, Dimensi Penyatuan, Dimensi Kemanusiaan: belajar tentang dan perubahan diri seseorang, Dimensi Kasih sayang: mengidentifikasi/perubahan perasaan, dan Dimensi Belajar untuk belajar.
ANALISIS IMPLEMENTASI ADAB BERDIALOG MENURUT MUHAMMAD SAYYID THANTHAWI MELALUI PEMBELAJARAN SISWA AKTIF DI SEKOLAH Mohammad Erfan Maulana; Abuddin Nata; Bahruddin Bahruddin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.924

Abstract

Dialog merupakan salah satu metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk aktif, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Namun dalam prakteknya dialog tekadang mengarah kepada sikap saling bertentangan dan memancing emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep berdialog menurut Muhammad Sayyid Tantawi dalam kitabnya, Adab Hiwar fi al-Islam, serta implementasinya ke dalam pembelajaran aktif di sekolah. Temuan dari penelitian ini diantaranya adalah adab berdialog menurut Muhammad Sayyid Tantawi terdiri dari sebelas kaidah, yaitu, kejujuran, fokus pada tema yang dibahas, menghadirkan dalil akurat dan logika sehat, memperjelas letak perbedaan, etika kesantunan, menghindari perbuatan yang zhalim, mengarah pada kepentingan umum, mendahulukan pendapat para pakar, tidak menjeneralisir hukum, meninjau asas manfaat dan madharatnya,  meningkatkan pemahaman dan akurasi hukum yang disepakati para ahli, terbuka dan apa adanya, dengan mengedepankan kebenaran. Pemikiran Muhamad Sayyid Thanthawi tentang adab berdialog ini dapat diimplementasikan secara strategis-konseptual ke dalam pembelajaran aktif di sekolah dimana salah satunya adalah melalui Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) dengan menginternalisasikan dasar pijakan pembelajaran aktif yang diusung oleh L. Dee Fink, yaitu: Dimensi Pengetahuan Dasar, Dimensi Penerapan, Dimensi Penyatuan, Dimensi Kemanusiaan: belajar tentang dan perubahan diri seseorang, Dimensi Kasih sayang: mengidentifikasi/perubahan perasaan, dan Dimensi Belajar untuk belajar.