‘Isyatul Luthfi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

METODE DAKWAH HAMKA DALAM MEMILIH PEMIMPIN: Studi Penafsiran Surat Al-Mā’idah/5 ayat 51 dalam Tafsir Al-Azhar ‘Isyatul Luthfi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2017): Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v8i1.395

Abstract

Kepemimpinan non-muslim di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan agamawan dan pemerintah. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh adanya pemahaman masyarakat terhadap teks-teks keagamaan seperti surat al-Mā’idah/5 ayat 51 yang secara tekstual dipahami sebagai larangan memilih pemimpin non-muslim. Tulisan ini berupaya menganalisis penafsiran Hamka tentang ayat tersebut dengan pendekatan ilmu dakwah, tafsir, dan hermeneutika. Hamka menggunakan pendekatan adabi ijtimā‘ī dalam penafsirannya, sehingga kaya dengan konteks sejarah. Metode dakwah yang digunakan Hamka dalam penafsiran adalah metode al-mau‘izhah al-Hasanah. Hasil penafsiran Hamka pada surat al-Mā’idah/5 ayat 51 adalah berupa pelarangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin. Hal tersebut didasarkan kepada lingkaran hermeneutika Hamka karena kedalaman bahasa Arab yang dimilikinya dan pengetahuan bidang sejarah yang luas. Sedangkan hermeneutika dialektis Hamka tidak terlepas dari penulisan Tafsir alAzhar yang dilakukannya di balik jeruji besi akibat tuduhan yang harus diterimanya, karena keadaan politik Indonesia yang tidak stabil, pada saat itu kekuasaan ada di tangan Partai Komunis Indonesia.