Andi Martina Kamaruddin
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman, Samarinda.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Role of Takmir in Mosque Fund Management on Increasing Trust Community for Zakah, Infaq and Alms (Study on the Great Mosque of Pelita Samarinda) Isna Yuningsih; Andi Martina Kamaruddin; Adi Tri Pramono
AFEBI Islamic Finance and Economic Review Vol 5, No 02 (2020)
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47312/aifer.v5i02.450

Abstract

This study aims to determine the role of takmir in managing mosque funds so that they can increase and maintain public trust in zakah, infaq, and alms at the Great Mosque of Pelita Samarinda. The methodology used in this study is qualitative with a descriptive approach. The informants in this study were the administrators of the Great Mosque of Pelita Samarinda which included the Mosque Secretary, the Treasurer of the Mosque, and the Chair of the Education Section/Taklim Assembly of the Great Mosque of Pelita Samarinda, as well as the congregation of the Great Mosque of Pelita Samarinda. Data collection techniques used are interviews, library sources, and documentation. The results of this study indicate that the role of takmir is very vital in increasing public trust in zakah, infaq, and alms at the Great Mosque of Pelita Samarinda. The contributions of this research include being able to improve the quality and responsibility of the mosque takmir in terms of being accountable for the trust of the congregation, by providing evidence of transparent income and expenditure reports.Keywords: Great Mosque of Pelita Samarinda; Takmir Mosque; Fund Management
Edukasi filsafat ekonomi syariah dalam memandang akad-akad kontemporer di kota Samarinda Adi Tri Pramono; Andi Martina Kamaruddin
ABDIMU Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.734 KB) | DOI: 10.29264/.v1i1.10133

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan sumbangsih dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya dalam menemukan aspek-aspek filosofis dalam ekonomi syariah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menemukenali pemikiran filosofis dari implementasi akad-akad ekonomi syariah dilakukan masyarakat di sekitar Kota Samarinda, terutama yang berkenaan dengan varian akad transaksi ekonomi kontemporer . Diharapkan dari hasil pelatihan ini memberikan tambahan ilmu dan pemahaman baru bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan observasi. Metode ceramah digunakan dalam proses penyampaian materi. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 1) Masyarakat mampu mengetahui dasar filosofos dari ekonomi syariah; 2) Masyarakat dapat memahami pentingnya pandangan filosofis dalam ekonomi syariah terkait transaksi kontempoter ; 3) Selanjutnya masyarakat akan mampu menemukenali implementasi filosofis ekonomi syariah dalam akad-akad dalam ekonomi syariah.
Integrating Maqāṣid Al-Sharīʿah Into Islamic Fintech: An Ethical Framework For Sustainable Digital Finance in the Era Of Industry 4.0 Andi Martina Kamaruddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5131

Abstract

The rapid expansion of financial technology (fintech) in the Fourth Industrial Revolution and Society 5.0 era has fundamentally reshaped the global financial ecosystem, including the Islamic finance sector. As digital innovation enhances inclusivity and efficiency, it also introduces ethical and legal challenges to Sharia compliance. This study explores the integration of maqāṣid al-sharīʿah—the higher objectives of Islamic law—into the development of Sharia-compliant fintech in Indonesia. Using a qualitative library-based approach, the paper analyzes classical and contemporary Islamic scholarship, regulatory frameworks of the Financial Services Authority (OJK) and the National Sharia Council (DSN-MUI), and current technological innovations such as artificial intelligence (AI), blockchain, and QRIS Syariah. The findings reveal that the five core objectives of maqāṣid—ḥifẓ al-dīn (protection of religion), ḥifẓ al-nafs (life), ḥifẓ al-ʿaql(intellect), ḥifẓ al-nasl (progeny), and ḥifẓ al-māl (wealth)—serve as a normative and ethical compass for shaping digital finance grounded in justice, transparency, and social welfare. The study proposes a conceptual framework linking Sharia principles, digital ethics, and technological innovation, ensuring that fintech not only advances economic efficiency but also embodies moral and spiritual well-being in line with maqāṣid al-sharīʿah.
Pendampingan Legalitas dan Sertifikasi Halal Bagi UMKM Untuk Meningkatkan Kepercayaan Konsumen: Pengabdian Sri Wahyuni; Andi Martina Kamaruddin; Gusti Noorlitaria Achmad; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5854

Abstract

Pengabdian pendampingan legalitas dan sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap identifikasi dan pemetaan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai manfaat legalitas usaha dalam memperkuat kredibilitas usaha serta membuka akses terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi. Selain itu, kesadaran mengenai pentingnya sertifikasi halal juga mengalami peningkatan, yang tercermin dari semakin baiknya perhatian pelaku usaha terhadap aspek bahan baku, proses produksi, serta kebersihan lingkungan produksi. Kegiatan pendampingan ini juga berkontribusi terhadap bertambahnya jumlah pelaku UMKM yang memiliki dokumen legalitas usaha serta meningkatnya kesiapan mereka dalam mengajukan sertifikasi halal. Dampak lainnya adalah tumbuhnya kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM serta munculnya motivasi baru di kalangan pelaku usaha untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek administratif, tetapi juga berperan dalam memperkuat daya saing dan keberlangsungan usaha UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN SHOPEEPAY LATER DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH Andi Martina Kamaruddin; Rabiatul Adawiyah; Syadariani
Oportunitas Ekonomi Pembangunan Vol 5 No 1 (2026): Oportunitas, March 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/oportunitas.v5i1.2962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman riba, pengetahuan produk, dan kemudahan berbelanja terhadap keputusan penggunaan ShopeePay Later pada mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman dalam perspektif Maqasid Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif, pernah atau sedang menggunakan ShopeePay Later, serta telah menempuh mata kuliah fikih muamalah. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman riba dan pengetahuan produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan ShopeePay Later, sedangkan kemudahan berbelanja berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,532. Dalam perspektif Maqasid Syariah, temuan ini menunjukkan bahwa faktor kemudahan (taysir) lebih dominan dibandingkan pertimbangan normatif dan kognitif, sehingga berpotensi mendorong perilaku konsumsi yang kurang selaras dengan perlindungan agama (hifz al-din), akal (hifz al-aql), dan harta (hifz al-mal). Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan syariah diperlukan agar penggunaan layanan keuangan digital lebih berorientasi pada kemaslahatan
Implementation of Maqasid Al-Syariah in Empowering the Zakah Community Development Program Andi Martina Kamaruddin; Rabiatul Adawiyah; Khodijah Nur Tsalis; Ahmad Abbas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v13i1.11291

Abstract

The study investigates the implementation of zakah as a strategy for community empowerment in Gunung Binjai village, Balikpapan city, via the Zakah Community Development (ZCD) system. Utilizing descriptive qualitative methods with a socio-economic approach, the research evaluates the system through maqasid al-syariah. Findings indicate that the ZCD system enhances the welfare of zakah recipients (mustahik) in line with maqasid al-syariah principles, particularly daruriyatul khams, which include protecting religion, life, intellect, progeny, and property. This system significantly improves mustahik socio-economic well-being, illustrating zakah’s role beyond charity as a tool for societal transformation. The study provides empirical evidence and a detailed analysis, highlighting the ZCD system as a model for effective community empowerment and demonstrating the compatibility of Islamic principles with contemporary socio-economic development. It advocates for a holistic approach rooted in maqasid al-syariah to achieve sustainable progress in marginalized communities.