M. Randya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Telaah Karakterologi dan Etika Tokoh Bisma dalam Pewayangan Jawa (Charachterologi and Ethic of Bisma Figure in Javanes Pupetry) Randya, M.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.750

Abstract

Bisma merupakan tokoh sentral dalam serial epos Mahabarata. Perang besarBaratayuda sebagian besar diakibatkan oleh karakter nya. Sebagai seorang ksatriabrahmana yang sakti mandraguna, Bisma/Dewabrata menjadi salah seorangmahasenapati yang memimpin peperangan paling lama dibanding dengan tokohsenapati Kurawa yang lain.. Bisma sebagai seorang maharesi sangat bijaksana,tabiatnya yang selalu hormat terhadap orang tua,pejabat dan bersifat rukunterhadap sesama termasuk kepada ibu tiri,keturunan musuh ,layak menjadipengayon,penasehat raja , merupakan contoh nilai etis yang diperagakan olehtokoh besar dalam pewayangan. Oleh karena kesempurnaan bertapa dan selalumenepati sumpahnya, dewa memberikan Bisma matram sakti Swacchandamaranasehingga tidak dapat mati kecuali atas kemauannya sendiri. Bisma merupakantokoh pahlawan yang menjadi senapati ambigoes artinya tokoh yang mendua,secara batin membantu Pandawa dan secara lahiriah membela Kurawa. Menjelangakhir hidupnya setelah menjadi senapati melawan satu satunya senapati Pandawayang berupa seorang wanita, Bisma banyak memberikan pesan moral kepada paraksatria sehingga menyebabkan tetap dihormatinya . Prinsip hidupnya yangtegas,selalu menepati janji dan sangat setia pada sumpahnya menjadikan Bismamenjadi seorang maharesi wara yang tetap dikenang selamanya. Bisma beraniberkorban demi kepentingan orang lain dengan prinsip hormat,rukun,keadilan,kebenaran,dan keluhuran budinya. Prinsip rukun dan hormat sertaadil,jujur,bijaksana menjadi salah satu kebijaksanaan hidup orang jawa pendukungpewayangan.Kata kunci : Bisma,wayang, karakter,etika jawa
Telaah Karakterologi dan Etika Tokoh Bisma dalam Pewayangan Jawa (Charachterologi and Ethic of Bisma Figure in Javanes Pupetry) Randya, M.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.750

Abstract

Bisma merupakan tokoh sentral dalam serial epos Mahabarata. Perang besarBaratayuda sebagian besar diakibatkan oleh karakter nya. Sebagai seorang ksatriabrahmana yang sakti mandraguna, Bisma/Dewabrata menjadi salah seorangmahasenapati yang memimpin peperangan paling lama dibanding dengan tokohsenapati Kurawa yang lain.. Bisma sebagai seorang maharesi sangat bijaksana,tabiatnya yang selalu hormat terhadap orang tua,pejabat dan bersifat rukunterhadap sesama termasuk kepada ibu tiri,keturunan musuh ,layak menjadipengayon,penasehat raja , merupakan contoh nilai etis yang diperagakan olehtokoh besar dalam pewayangan. Oleh karena kesempurnaan bertapa dan selalumenepati sumpahnya, dewa memberikan Bisma matram sakti Swacchandamaranasehingga tidak dapat mati kecuali atas kemauannya sendiri. Bisma merupakantokoh pahlawan yang menjadi senapati ambigoes artinya tokoh yang mendua,secara batin membantu Pandawa dan secara lahiriah membela Kurawa. Menjelangakhir hidupnya setelah menjadi senapati melawan satu satunya senapati Pandawayang berupa seorang wanita, Bisma banyak memberikan pesan moral kepada paraksatria sehingga menyebabkan tetap dihormatinya . Prinsip hidupnya yangtegas,selalu menepati janji dan sangat setia pada sumpahnya menjadikan Bismamenjadi seorang maharesi wara yang tetap dikenang selamanya. Bisma beraniberkorban demi kepentingan orang lain dengan prinsip hormat,rukun,keadilan,kebenaran,dan keluhuran budinya. Prinsip rukun dan hormat sertaadil,jujur,bijaksana menjadi salah satu kebijaksanaan hidup orang jawa pendukungpewayangan.Kata kunci : Bisma,wayang, karakter,etika jawa