Syuaeb Kurdie
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI TEORI KONSEPTUAL DAN PENGALAMAN SOSIAL DARI SUDUT PANDANG PEMBELAJARAN ISLAM Syuaeb Kurdie
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1454

Abstract

Kegiatan perkuliahan/pembelajaran keislaman yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan dosen sebagai pengampunya merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan dan pengajaran. Hal yang mutlak dikuasai oleh seorang dosen dalam perannya sebagai pengajar tentu saja penguasaan teori-teori konseptual mata kuliah keislaman beserta pengalaman-pengalaman sosial yang secara faktual dialaminya sendiri dalam kehidupan. Di sisi lain, baik dosen maupun mahasiswa dalam kesehariannya tentu saja memperoleh skemata-skemata kehidupan dari perannya sebagai umat muslim dan anggota masyarakat umum sekaligus akademisi. Secara bersamaan, mereka yang mendapati hal tersebut dalam peranan-peranan lainnya melampaui argumentasi teori konseptual dan sinerginya dengan pengalaman sosial itulah yang seyogyanya diharapkan memperoleh pemahaman agama yang paripurna. The lecture/Islamic learning activities carried out by students with lecturers as the driver are part of the Tri Dharma of Higher Education in the field of education and teaching. The absolute thing mastered by a lecturer in his role as a teacher is of course the mastery of conceptual theories of Islamic courses along with the social experiences that he has factually experienced in life. On the other hand, both lecturers and students in their daily lives naturally obtain life schemes from their roles as Muslims and members of the general public as well as academics. Simultaneously, those who find this in other roles go beyond conceptual theory and synergy with social experience that should be expected to obtain a complete religious understanding.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS LITERASI DIGITAL BAGI GENERASI MILENIAL Syuaeb Kurdie
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 02 (2019): Volume 13 Nomor 02 Juli-Desember 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i02.1465

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai mata kuliah/pelajaran dalam menu perkuliahan dapat disajikan mengikuti kemajuan teknologi informasi secara digital. Utamanya bagi mahasiswa kaum milenial yang sejak lahirnya sudah dihadapkan dengan segala bentuk menu dari apa yang disediakan oleh perangkat teknologi informasi berupa internet dan telepon pintar. Melalui penelitian kualitatif ini ihwal Pendidikan Agama Islam (PAI) yang biasa diajarkan secara klasik dituntut untuk menyesuaikan diri. Menyesuaikan diri dalam arti mengikuti perkembangan teknologi informasi. Baik berupa semakin mudahnya mengakses internet berkecepatan tinggi, juga menjamurnya aplikasi-aplikasi media sosial yang makin digandrungi. Adapun data penelitian ini digali dari sebaran form angket yang dibagikan melalui aplikasi daring WA (WhatsApp) kepada para mahasiswa. This study examines how Islamic Religious Education (PAI) as a course in the lecture menu can be presented following the progress of digital information technology. Mainly for millennial students who since their birth have been confronted with all kinds of menus from what is provided by information technology devices such as the internet and smartphones. Through this qualitative research the Islamic Religious Education (PAI) which is usually taught classically is required to adjust. Adapt in the sense of following the development of information technology. Both in the form of increasingly easy access to high- speed internet, also the proliferation of social media applications that are increasingly loved. The research data was extracted from the distribution of questionnaire forms distributed through the WA online application (WhatsApp) to students.