Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

(منهج الإمام الشعراني في التخريج الفقهي عند اختلاف الفقهاء في كتابه (الميزان الكبرى Saiyyah Umma Taqwa; Azmi Arroisiy
Journal of Indonesian Comparative of Syari'ah Law Vol 1, No 2 (2018): Comparative of Sharia Law
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.607 KB) | DOI: 10.21111/jicl.v1i2.3876

Abstract

Ikhtilaf dalam kehidupan manusia merupakan tabiatmanusia dan merupakan sunnatullah yang telah Allah swtciptakan kepada semua makhluk-Nya. Dalam agama Islam,perbedaan pendapat sudah terjadi sejak masa sahabat Nabisaw. dan berlanjut sampai masa al-aimmah al-madzahib alfiqhiyyah. Perbedaan diantara mereka hanya seputar masalahfuruiyyah saja. Dan setelah itu, muncul masa taklid dimanaseorang muqallid tidak mampu untuk berijtihad dan memintafatwa kepada seorang mufti ketika ada suatu permasalahanbaru. Pada saat itu, para ulama berselisih pendapat tentangsuatu permasalahan yang masih belum dicetuskan oleh imammadzhabnya. Hal itu, bukan berarti para ulama berhenti untukmengikuti imam madzhabnya, bahkan mereka mencoba untukmengembangkannya, baik melalui penyeleksian (takhrij), ataumemberikan penjelasan (syarh), dan mentarjih pendapatpendapatnya yang bertentangan. Maka dari itu, para ulamamencoba mengumpulkan pendapat para imam mazhab fiqh dan mentarjih-nya. Salah satunya adalah Imam Sya’rani, ulamamazhab Syafi’i sekaligus ulama Sufi. Di antara karyanya adalahkitab al-Mizan al-Kubra, yang merupakan kitab perbandinganmadzhab yang berbeda dari kitab biasanya. Bahwa metode tarjihImam Sya’rani dalam kitab al-Mizan al-Kubra tidak keluar dariketentuan tarjih ulama usul fiqh, akan tetapi Imam Sya’ranimelihat dari sisi mukallaf bukan dari dalil Nash. Metode tarjihImam Sya’rani menyesuaikan pada tingkatan mukallaf, apabilabelum mencapai tingkatan kaysf, maka harus mengambilpendapat yang rajih dari madzhabnya, dan apabila sudahmencapai tingkatan kasyf, maka bisa merujuk kepada metodeMizan, yaitu takhfif dan tasydid.