Masmedia Pinem
Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Masjid Al-Falah Kiai Modjo Tondano-Sulawesi Utara Masmedia Pinem
Tsaqofah Vol 13 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v13i2.3398

Abstract

Tulisan singkat ini difokuskan pada upaya mengungkap asal-usul berdirinya Masjid Kiai Modjo, untuk mengetahui aristektur bangunan dan makna filosofisnya, serta untuk mengetahui sejarah perkembangan Masjid Kiai Modjo baik dari sisi bangunan fisik maupun dari sisi kegiatan ke­agamaannya. Salah satu peninggalan kesejarahan yang masih bisa disaksikan dari Kiai Modjo adalah bangunan masjid yang megah di Tondano. Masjid ini merupakan masjid yang memiliki nilai kesajarahan yang sangat tinggi di Sulawesi Utara. Meskipun pada awalnya keberadaan mereka di wilayah ini bukan untuk menyebarkan Islam, tetapi secara kasat mata mereka telah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di ujung timur Indonesia. Dari perspektif arkeologi keagamaan, masjid ini di samping masih memiliki elemen-elemen asli darimasanya, juga menjadi bukti sejarah penting dalam mempertahankan dan memperjuangkan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.
Ajaran Martabat Tujuh dalam Naskah Asrar Al-Khafi Karya Syaikh ‘Abd Al-Mutalib Masmedia Pinem
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 10 No 1 (2012): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 10 No. 1 Tahun 2012
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.556 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v10i1.174

Abstract

The doctrines of the martabat tujuh (seven stages) exists in every school of Sufism. This paper discusses the doctrines of the martabat tujuh of Shaikh ‘Abd Al-Mu¯ālib in his work Asrār Al-Khafī. In addition to exposing the doc­trine, the author discusses the doctrine in the local social, political and reli­gious context, West Sumatera. The author shows that doctrine of marta­bat tujuh originated in Aceh, and when it was developed in West Sumatera, it was adjusted by its proponents with local cultures