Rahmah Nurfitriani
IAIN TAKENGON

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kepala Madrasah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Almi Hidayat; Rahmah Nurfitriani
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 2 (2021): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v5i2.550

Abstract

Abstrak:  Sejak pandemi covid-19, kegiatan pembelajaran di madrasah beralih dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring, sehingga kepala madrasah tetap harus mengedepankan aturan kedisiplinan bagi para guru agar proses pembelajaran berjalan optimal meskipun melalui proses pembelajaran dalam jaringan. Tujuan penelitian ini  mengetahui tentang manajemen kepala madrasah MIN 3 Aceh Tengah dalam meningkatkan kedisiplinan guru pada pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil temuan penelitian adalah: 1) menyatukan persepsi bersama guru, 2) melakukan bimbingan kegiatan pembelajaran bagi para guru dalam menggunakan media digital, 3) memfasilitasi wifi, 4) memonitoring kinerja guru setiap minggu, 5) mengevaluasi kinerja guru di akhir bulan, 6) menegakkan disiplin protokol kesehatan, 7) menetapkan aturan fingerprint, 8) menegakkan disiplin dalam berpakaian rapi dan sopan dan 9) memberikan hadiah bagi guru teladan. Kendalanya adalah guru tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran tepat waktu meskipun telah tersedia wifi di sekolah, hal ini karena mayoritas siswa tidak memiliki handphone android sehingga pembelajaran daring kurang efektif. Solusinya adalah dengan menginstruksi guru untuk mengajari siswa yang tidak memiliki handphone android agar datang ke sekolah kemudian membawa soal latihan untuk dikerjakan di rumah.Abstract: Since the Covid-19 pandemic, the learning activities in madrasah (Islamic school) have shifted from face-to-face learning to online learning, so the school principal still has to prioritize disciplinary rules for teachers to make the learning process run optimally even though the learning process is online. The purpose of this study is to find out the management of the madrasah principal of MIN 3 Central Aceh in improving teacher’s discipline in online learning during the Covid-19 pandemic. This descriptive qualitative research employed interviews, observations and documentation as the data collection techniques. The results of the present research were: 1) unifying perceptions with teachers; 2) conducting guidance on the  learning activities for teachers using digital media; 3) facilitating Wi-Fi; 4) monitoring teacher’s performance every week; 5) evaluating teacher performance at the end of the month; 6) enforcing the health protocols; 7) setting fingerprint rules; 8) enforcing people to dress neatly and politely; and 9) giving prizes for exemplary teachers. However, the problem was that the teachers mostly could not carry out the learning process on time even though there was Wi-Fi available at the school. This was because the majority of the students did not have an Android cellphone so online learning was less effective. The solution is to instruct the teacher to allow the students who do not have an android phone to come to school and to give them questions to do at home.
Metode Guru dalam Mencapai Target Hafalan al-Quran Peserta Didik di Sekolah Dasar IT Cendekia Takengon Rahmah Nurfitriani
Elementica Vol. 2 No. 01 (2025): ELEMENTICA: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Takengon Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/elm.v2i01.473

Abstract

SD IT Cendekia adalah salah satu lembaga pendidikan dasar yang menerapkan kurikulum pendidikan tahfiz untuk siswa SD di daerah Takengon. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti tentang metode yang diterapkan oleh guru dalam mencapai target hafalan Quran siswa dan kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran tahfiz Quran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer terdiri dari ibu guru tahfiz yang berinisial MH, S.Pd dan Ibu EA, S. Inf, serta Ibu WI, S.Pd selaku kordinator kesiswaan sekolah di SD IT Cendekia Takengon. Tekhnik pengumpulan data: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data: Pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan guru tahfiz di SD IT Cendekia adalah metode Talaqqi, kemudian metode bin-nhadar, metode bil-ghaib, saba’ dan sabqi serta tasmi’. Kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran tahfiz, diantaranya alokasi waktu yang kurang, Kemampuan menghafal peserta didik yang tidak sama, Kurang bimbingan orang tua, fasilitas kurang memadai. Adapun solusinya adalah dengan menambah waktu tahfiz diluar jam pembelajaran tahfiz, Memberikan perhatian khusus, memberikan nasehat, memberikan motivasi, berkonsultasi dengan orang tua peserta didik, memberikan ruangan yang layak