Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan kognitif pencegahan stunting pada Kader Linggasari Ciamis Ima Sukmawati; Yuyun Rahayu; Elis Noviati; Rudi Kurniawan; Heni Marliany; Rosmiati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5935

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya. Pada jangka panjang stunting  menyebabkan gangguan perkembangan motorik dan kognitif, fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh tidak maksimal saat dewasa dan saat tua beresiko terkena penyakit berhubungan dengan pola makan. Salah satu pencegahan stunting adalah dengan peningkatan pengetahuan pada kader. Tujuan : tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan kognitif pada kader sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Linggasari. Metode :  (i) Identifikasi tingkat pengetahuan kader tentang stunting (ii) Sosialisasi melalui penkes dan leaflet, dan (iii) Evaluasi. Hasil : Jumlah kader yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 25 orang. Dari evaluasi kegiatan diperoleh kader telah memahami tentang pencegahan stunting dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan. Kesimpulan : Pengabdian masyarakat terkait peningkatan kognitif di Linggarsari dihadiri oleh 25 kader dengan hasil terdapat peningkatan kognitif terkait pencegahan stunting
Peningkatan kognitif pencegahan stunting pada Kader Linggasari Ciamis Ima Sukmawati; Yuyun Rahayu; Elis Noviati; Rudi Kurniawan; Heni Marliany; Rosmiati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5935

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah keadaan dimana tinggi badan berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya. Pada jangka panjang stunting  menyebabkan gangguan perkembangan motorik dan kognitif, fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh tidak maksimal saat dewasa dan saat tua beresiko terkena penyakit berhubungan dengan pola makan. Salah satu pencegahan stunting adalah dengan peningkatan pengetahuan pada kader. Tujuan : tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan kognitif pada kader sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Linggasari. Metode :  (i) Identifikasi tingkat pengetahuan kader tentang stunting (ii) Sosialisasi melalui penkes dan leaflet, dan (iii) Evaluasi. Hasil : Jumlah kader yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 25 orang. Dari evaluasi kegiatan diperoleh kader telah memahami tentang pencegahan stunting dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan. Kesimpulan : Pengabdian masyarakat terkait peningkatan kognitif di Linggarsari dihadiri oleh 25 kader dengan hasil terdapat peningkatan kognitif terkait pencegahan stunting
PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Ima Sukmawati; Jajuk Kusumawaty; Adi Nurapandi; Deny Apriliani Lestari; Elis Noviaty; Yuyun Rahayu
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2.2410

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan salah satu langkah awal dalam peningkatan pengetahuan seseorang terutama pada remaja, salah satunya pendidikan kesehatan tentang SADARI. SADARI merupakan salah satu tindakan skrining kanker payudara yang paling efektif yang bisa dilakukan sendiri dengan sangat mudah oleh setiap wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan audio visual terhadap pengetahuan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi SMPN 1 Tambaksari. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental type two group pretest-posttest design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner menggunakan google form. Hasil penelitian diketahui tingkat pengetahuan responden mengenai SADARI setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menerapkan dua metode, yaitu metode ceramah dalam kategori baik sebesar 75,9% dan dengan metode audiovisual dalam kategori baik sebesar 90,6%. Hal tersebut menunjukan bahwa pendidikan kesehatan dari kedua metode yaitu ceramah dan audiovisual mengalami peningkatan pengetahuan mengenai SADARI sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan, rata-rata peningkatan metode ceramah sebesar 15,8 dan rata-rata peningkatan metode audiovisual sebesar 22,3. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara metode audiovisual dengan metode ceramah terhadap pengetahuan responden mengenai SADARI sesuai hasil uji statistik dengan uji Mann Whitney diketahui nilai sig. sebesar 0,005 < taraf signifikansi 0,05. Direkomendasikan kepada semua pihak agar mengembangkan pengetahuan bidang kesehatan reproduksi khusus nya penyakit kangker payudara