This Author published in this journals
All Journal Serambi Tarbawi
Marlaini Marlaini
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TYPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MEMAHAMI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA KELAS IX-3 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Marlaini Marlaini
Serambi Tarbawi Vol 3, No 2 (2015): Serambi Tarbawi
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.573 KB) | DOI: 10.32672/tarbawi.v3i2.1251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh dalam memahami bangun ruang sisi lengkung dan adanya perubahan tingkah laku positif pada siswa setelah dilakukan penelitian dengan model pembelajaran kooperatif type STAD. Permasalahannya adalah rendahnya siswa dalam memahami materi bangun ruang sisi lengkung, hal ini disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik. Peserta didik tidak diperkenalkan dengan lingkungan sekitar yang dapat mendukung proses belajar mengajar. Oleh karena itu maka peneliti mengambil judul “ Penerapan model Pembelajaran Kooperatif Type STAD untuk meningkatkan Prestasi belajar Siswa Kelas IX-3SMP Negeri 4 Banda Aceh dalam Memahami Bangun ruang Sisi Lengkung”.  Metode penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdapat empat tahapan yakni : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil belajar yang diperoleh setelah dilakukan tindakan kelas dalam pokok bahasan bangun ruang sisi lengkung melalui model pembelajaran kooperatif type STAD kelas IX-3 meningkat pada siklus I siswa yang tuntas belajar 8 siswa (26,7%) dengan nilai rata-rata 57,77 pada siklus II yang tuntas belajar 20 siswa (66,7%), dengan nilai rata-rata 65,7 dan siklus III yang tuntas belajar 27 siswa (90,0%) dengan nilai rata-rata 73,0 dari siklus I ke siklus berikutnya ternyata ada kemajuan meskipun ketuntasan belajar tidak mencapai 100%.