Penelitianniniiibertujuan untukkkmendapatkan pengaruhhhkedalamannpemotonganddan kecepatannputaran spindle dengan variasi pendingin. Penelitian ini menggunakan baja ST 42 dengan di proses turning menggunakan kecepatan spindle 835 rpm dan 535 rpm sertakkedalaman pemotongannn11mm, 22mm, dan 33mm. Variasi pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50. Setelah proses pengerjaan turning, dilanjutkan dengan pembuatan 24 spesimen untuk pengujian kekasaran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses turning dengan menggunakan kecepatannputarannspindleesebesar 835 rpmmdan 535 sertakkedalaman pemotongannn11mm, 22mm, dan 33mm variasi pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50 terhadap kekasarannpermukaannbajaaST 422bahwa pembubutan menggunakankkkecepatan putarannnspindlee835 rpmmpada kedalamannn1 mm dengan pendingin minyak kelapa murni mempunyai rata-rata yang kerataan nya optimal atau kecil dibandingkan pembubutan dengan menggunakan kecepatan putaran spindle 535 rpm pada kedalaman pemakanan 1 mm, 2 mm, dan 3 mm dengan pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50. Setiap penambahan kedalaman pemotongan dan pengurangan kecepatan spindle menunjukkan peningkatan nilai kekasaran permukaan. Hasil uji kekasaran menunjukkan sedikit perbedaan antara pembubutan menggunakan kecepatan putaran spindle 853 rpm dan 535 rpm serta kedalamannpemotongann1 mm, 2 mm, dan 3 mm serta variasi pendingin minyak kelapa murni dan oli SAE 20W-50. Kata kunci : Mesin bubut konvensional (turning), variasi kedalaman pemotongan, variasi kecepatan spindle, variasi pendingin, Kekasaran permukaan, Baja ST 42.