Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh tata kelola publik, pendapatan asli daerah dan total aset terhadap kinerja Pemerintah Daerah Dewi Puspitasari; Budi Setyanta
Al Tijarah Vol 6, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.016 KB) | DOI: 10.21111/tijarah.v6i1.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi bukti empiris mengenai pengaruh tata kelola publik, pendapatan asli daerah dan total aset terhadap kinerja pemerintah daerah di Indonesia. Regresi linear berganda digunakan dalam penelitian untuk membuktikan hipotesis pada model penelitian. Variabel Tata kelola publik diukur dengan Indeks Governance yang dibuat oleh Kemitraan, variabel PAD diukur menggunakan log dari nilai pendapatan asli daerah sebenarnya, dan variabel total aset juga diukur menggunakan log dari nilai sebenarnya. Variabel dependen kinerja pemerintah daerah diukur dengan skor kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang dibuat Kementerian Dalam Negeri. Data yang digunakan adalah 33 propinsi di Indonesia tahun 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata kelola publik dan pendapatan asli daerah mempengaruhi secara positif kinerja pemerintah daerah. Sebaliknya, total aset tidak mempengaruhi secara positif kinerja pemerintah daerah. Tata kelola publik yang baik mutlak harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah (propinsi). Peningkatan dalam mekanisme tata kelola publik dapat memperbaiki kinerja pemerintah daerah. Hal lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah peningkatan pendapatan asli daerah akan meningkatkan kinerja pemerintah daerah (propinsi). Sehingga salah satu tujuan otonomi daerah yaitu kemandirian daerah dapat tercapai. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lain yang diduga berpengaruh dalam memoderasi. 
Pengaruh tata kelola publik, pendapatan asli daerah dan total aset terhadap kinerja Pemerintah Daerah Dewi Puspitasari; Budi Setyanta
Al Tijarah Vol. 6 No. 1 (2020): Al Tijarah | June
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v6i1.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi bukti empiris mengenai pengaruh tata kelola publik, pendapatan asli daerah dan total aset terhadap kinerja pemerintah daerah di Indonesia. Regresi linear berganda digunakan dalam penelitian untuk membuktikan hipotesis pada model penelitian. Variabel Tata kelola publik diukur dengan Indeks Governance yang dibuat oleh Kemitraan, variabel PAD diukur menggunakan log dari nilai pendapatan asli daerah sebenarnya, dan variabel total aset juga diukur menggunakan log dari nilai sebenarnya. Variabel dependen kinerja pemerintah daerah diukur dengan skor kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang dibuat Kementerian Dalam Negeri. Data yang digunakan adalah 33 propinsi di Indonesia tahun 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata kelola publik dan pendapatan asli daerah mempengaruhi secara positif kinerja pemerintah daerah. Sebaliknya, total aset tidak mempengaruhi secara positif kinerja pemerintah daerah. Tata kelola publik yang baik mutlak harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah (propinsi). Peningkatan dalam mekanisme tata kelola publik dapat memperbaiki kinerja pemerintah daerah. Hal lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah peningkatan pendapatan asli daerah akan meningkatkan kinerja pemerintah daerah (propinsi). Sehingga salah satu tujuan otonomi daerah yaitu kemandirian daerah dapat tercapai. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lain yang diduga berpengaruh dalam memoderasi. 
Greening Gunung Wangi: An Alternative for Village Tourism Development in Bangkel Hamlet Andika Andika; Geraldo Yesaya Toatubun; Wildan Mustahiqul Amri; Naomi Safira Ekawati; Monika Sastria Yuliana Ema; Wiwin Syaputri Ningsih; Imana Dien Rifata; Hangga Catur Prasetyo; Gilang Vitra Sejati; Hilebrodus Alfin Rivaldo Bere; Emanuel Gosa; Samsin Budiman; Budi Setyanta
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7192

Abstract

Gunung Wangi has excellent potential to be developed as an attractive tourist destination. With its mesmerizing sunset and nighttime beauty and its status as an affordable tourist option, Gunung Wangi can be a valuable alternative to rural tourism options in Bantul. However, the challenges faced, such as the lack of vegetation leading to an arid feel and the lack of comfort, require serious attention. As a solution, a reforestation initiative has been implemented, resulting from a collaboration between a community service team from Janabadra University, Gunung Wangi managers, and the Yogyakarta Watershed Management Center. The reforestation initiative was designed as a sustainable approach, hoping to provide long-term benefits to the environment and the local community. The implementation process of this PKM was organized in several stages. These stages include problem identification, socialization of the reforestation program with residents and administrators of Gunung Wangi, submission of tree seedlings to the Yogyakarta Watershed Management Agency (BPDAS), and tree planting activities at Gunung Wangi. The results of this activity not only positively impacted Gunung Wangi's environment but also raised the awareness of the community and students on the importance of environmental conservation. In addition, it encourages their active role in maintaining ecological balance. Hopefully, these efforts will ensure that Gunung Wangi is known for its beauty and as a symbol of successful environmental conservation.