Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APARTMENT DAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU SALMA ALITYA WAHYU SUSILO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, dimana perkembangan infrastuktur Jawa Tengah berpusat pada kota ini. Berkembangnya infrastruktur menyebabkan meningkatnya minat akan hunian di Kota Semarang. Pada tahun 2018 hampir 76% luas kawasan yang direncanakan sebagai kawasan pemukiman di Kota Semarang sudah terbangun oleh rumah tinggal warga. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengoptimalisasi sisa tapak guna hunian di Kota Semarang. Selain dalam sektor hunian, perkembangan infrastruktur pun berdamak pada meningkatnya minat tenaaga kerja di Kota Semarang. Menurut Pemerintah Kota Semarang, sejak tahun 2015 jumah minat akan tenaga kerja terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan lahan untuk menampung aktivitas para pekerja Peningkatan kedua sektor tersberupa kantor. Peningkatan pada kedua sektor tersebut berbanding urus dengan kebutuhan akan lahan guna di Kota Semarang. Hal ini menyebabkan semakin menurunnya jumlah ketersediaan lahan khusunya guna hunian dan perkantoran di kota ini. Untuk mengatasi menurunnya jumlah ketersediaan lahan guna hunian dan perkantoran, maka perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung kedua aspek kegiatan tersebut sekaligus.
APARTMENT DAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU SALMA ALITYA WAHYU SUSILO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, dimana perkembangan infrastuktur Jawa Tengah berpusat pada kota ini. Berkembangnya infrastruktur menyebabkan meningkatnya minat akan hunian di Kota Semarang. Pada tahun 2018 hampir 76% luas kawasan yang direncanakan sebagai kawasan pemukiman di Kota Semarang sudah terbangun oleh rumah tinggal warga. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengoptimalisasi sisa tapak guna hunian di Kota Semarang. Selain dalam sektor hunian, perkembangan infrastruktur pun berdamak pada meningkatnya minat tenaaga kerja di Kota Semarang. Menurut Pemerintah Kota Semarang, sejak tahun 2015 jumah minat akan tenaga kerja terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan lahan untuk menampung aktivitas para pekerja Peningkatan kedua sektor tersberupa kantor. Peningkatan pada kedua sektor tersebut berbanding urus dengan kebutuhan akan lahan guna di Kota Semarang. Hal ini menyebabkan semakin menurunnya jumlah ketersediaan lahan khusunya guna hunian dan perkantoran di kota ini. Untuk mengatasi menurunnya jumlah ketersediaan lahan guna hunian dan perkantoran, maka perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung kedua aspek kegiatan tersebut sekaligus.