MARIA CHRISMASTYANI PRATIWI
Departemen Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TERMINAL BUS MANGGARAI JAKARTA SELATAN SEBAGAI TERMINAL YANG RAMAH BAGI WANITA MARIA CHRISMASTYANI PRATIWI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 149-150 (juli 2020)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Bus Manggarai sendiri merupakan salah satu terminal di DKI Jakarta dimana terminal ini merupakan simpulpertemuan antara pengguna Bus Kota, TransJakarta, dan Commuter Line yang ada di Stasiun Manggarai. Pertemuan inimengakibatkan terminal ini menjadi salah satu simpul urban yang penting dalam keberadaan para pengguna modatransportasi tersebut khususnya para pekerja. Namun, sayangnya ada ketidaksesuaian standar luasan Terminal Manggaraidengan Standar Terminal tipe B. Luas lahan untuk terminal ini minimalnya adalah 3,5 ha. Luas dari bangunan Terminal inihanya memiliki luas bangunan eksisting+ 1.000 m2.Perencanaan ruang publik yang khususnya, ‘bangunan fasilitas transportasi’ perlu melihat kepentingan akan keselamatandan keamanan dari seluruh pengguna yang ada di dalamnya, termasuk wanita. Dalam konteks ini, ruang publik harus bisamerespon kebutuhan fisik dan psikologis wanita dan juga bagaimana meminimalisir jumlah tindakan kriminal terhadapperempuan yang sayangnya saat ini sering terabaikan dikarenakan perencanan yang cenderung hanya dibuat berdasarkan“sudut pandang laki-laki” sehingga seringkali permasalahan wanita terabaikan, khususnya, ketika berhadapan denganpermasalahan keamanan dari kekerasan fisik maupun seksual.Maka dari itu, dalam Tugas Akhir ini, direncanakan Terminal Bus Manggarai yang dapat berfungsi dengan baik sebagaiTerminal Tipe B & Terminal Transit di lahan yang terbatas. Selain itu, perencanaan ini juga diharapkan dapatmenyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terfokus pada keamanan dan kenyamanan pekerja perempuan khususnyadalam permasalahan kekerasan fisik dan seksual.