Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STASIUN KERETA API MANGKANG BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) PUTRA KHAIRUS SIDQI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Semarang, jumlah pengguna kendaraan umum meningkat setiap tahunnya sebesar 6%-12% (Tazaruwah, 2019). Menurut laman web Pemkot Semarang (2020), sektor pariwisata di Semarang meningkat tiap tahunnya dan baik domestik maupun mancanegara. Salah satu upaya yang diupayakan Pemkot Semarang dalam merespon potensi tersebut adalah dengan meningkatkan pelayanan prasarana angkutan umum. Dalam Perda No.14/2011 dijelaskan bahwa Pemkot Semarang telah merencanakan Pembangunan Stasiun Mangkang yang akan terpadu dengan Terminal Mangkang di Kecamatan Tugu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi Terminal Mangkang yang cukup sepi peminatnya. Terintegrasinya Stasiun Mangkang dan Terminal Mangkang juga akan menjadikan  perpindahan moda transportasi lebih efektif dan mengurangi kepadatan lalu lintas kota di masa mendatang (Ellenlies, 2013). Hal ini didukung dengan berdekatannya lahan stasiun dengan Bandara Ahmad Yani, Kawasan Industri Candi, Kawasan Industri Wijayakusuma, Lahan Industrial Kaliwungu, dan Kendal Industrial Park, sehingga potensi kebermanfaatannya pun akan meningkat. Berdasarkan latarbelakang tersebut, maka diperlukan adanya sebuah perencanaan dan perancangan Stasiun Kereta Api berbasis transit Oriented Development (TOD) di Mangkang sebagai fasilitas transisi penumpang dari jalan raya menuju jalan rel dan sebaliknya.