religion is meant in general as a tool for humans to see and feel the presence of God in society. Religion will always be the main benchmark when humanity experiences unfavorable situations and conditions. One example is during a pandemic. Humans have to accept the fact that God can use anything to praise His greatness and grow together, one of the tools used by humans is science and technology. With the existence of technology, humans can be assisted in meeting their spiritual needs and growing together carefully. The purpose of this research is to build every human being that God can use anything to glorify His name. The method that the author uses is the library method. The author’s results from humanity and religion in the use of technology during the pandemic are that the essence of worship does not depend on the place where humans worship, but wherever humans are and where they present God. It is true worship. AbstrakAgama yang dimaksud pada umumnya adalah sebagai alat untuk manusia dapat melihat dan merasakan akan kehadirian Tuhan di tengah-tengah masyarakat. Agama akan selalu menjadi patokan utama di saat umat manusia mengalami situasi dan kondisi yang tidak baik. Salah satu contohnya adalah di masa pandemik. Manusia harus menerima kenyataannya bahwa Tuhan bisa memakai apapun untuk memuji kebesaran-Nya dan bertumbuh bersama-sama. Salah satu alat yang dipakai manusia adalah IPTEK. Dengan adanya teknologi manusia dapat dibantu dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya dan bertumbuh bersama-sama dengan seksamanya. Tujuan penelitan ini adalah untuk membangun setiap manusai bahwa Tuhan bisa memakai apapun juga untuk memuliakan nama-Nya. Metode yang penulis pakai adalah metode Pustaka. Hasil penulis dari Kemanusiaan dan Agama di Dalam Penggunaan Teknologi di masa Pandemik adalah bahwa esensi ibadah tidak tergantung pada tempat dimana manusia itu beribadah, tetapi dimanapun keberadaan manusia dan di situ ia menghadirkan Tuhan maka itu adalah ibadah yang sesungguhnya.