Roberth Ruland Marini
Sekolah Tinggi Alkitab Jember, Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman dan Keterlibatan Masyarakat Papua dalam Kargoisme Roberth Ruland Marini
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i1.39

Abstract

The cargo cult is a pattern of belief and is considered to be the initial religion of the Papuan people, this is deeply embedded in the Papuan people. They have become Christians but also at certain times take part in ritual practices related to cargoism. The purpose of the study is to have a detailed understanding, also of the Sorido village community response, about cargoisme and also the consequences of what they experience as adherents of this belief. In the research analysis conducted was a qualitative analysis, with 16 participants answering 12 questions from 3 indicators sourced from one variable. Then the understanding and involvement of the Sorido village community in Biak Numfor Papua district on cargoisme has shown ontetic data that is in accordance with data calculation procedures, so it is known that 12.5% of participants trust cargoism and 87.5% of participants do not trust cargoism. And 87.5% of participants believed in the legend of Manarmakeri while 12.5% of the participants did not believe in the legend of Manarmakeri.AbstrakKultus kargo adalah pola kepercayaan dan diangap sebagai agama yang awal dari orang Papua, hal ini sangat tertanam di dalam diri orang Papua. Mereka telah manjadi Kristen tetapi juga masih pada waktu-waktu tertentu turut mengambil bagian dalam praktik-praktik ritual yang berhubungan dengan kargoisme. Tujuan penelitian agar ada pemahaman yang detail, juga mengetaui respon masyarakat kampung sorido, tentang kargoisme dan juga konsekuensi apa yang dialaminya sebagai penganut kepercayaan ini. Dalam penelitian analisis yang dilakukan adalah analisis kualitatif, dengan 16 partisipan menjawab 12 pertayaan dari 3 indikator yang bersumber dari satu variabel. Maka pemahaman dan keterlibatan masyarakat kampung Sorido kabupaten Biak Numfor Papua tentang kargoisme telah menunjukan data ontetik yang sesuai dengan prosedur perhitungan data, maka diketahui bahwa 12,5% partisipan mempercayai kargoisme dan 87,5% partisipan tidak mempercayai kargoisme. Dan 87,5% partisipan mempercayai legenda manarmakeri sedangkan 12,5% partisipan tidak mempercayai legenda manarmakeri.
Kualifikasi Pemimpin Jemaat Menurut 1 Timotius 3:1-7 bagi Gembala Sidang GPdI Wilayah Keerom Timur Yohosua Ohodo; Roberth Ruland Marini
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.53

Abstract

Paul has laid out clear qualifications regarding the things a church leader should have. Paul believes that the quality of church leaders who are developed seriously and responsibly in a person is something important and becomes a solid foundation for church leadership. The need for qualified church leaders is also felt to be very important for the Pentecostal Church in Indonesia in the East Keerom region, Papua. Therefore, a study is needed to determine the qualifications of church leaders according to 1 Timothy 3: 1-7. The method used in this research is qualitative with a descriptive analysis approach. The results of this study found that the pastors of the Pentecostal Church congregations in Indonesia in the East Keerom region, Papua have a good understanding of personality qualifications, qualifications for life in society, qualifications for spiritual life and ministry, but still do not understand well about life qualifications. in the middle of the family for a church leader. AbstrakPaulus meletakkan kualifikasi yang jelas dan tegas mengenai hal-hal yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin jemaat. Paulus percaya bahwa kualitas pemimpin jemaat yang dibangun dengan serius dan bertanggung jawab dalam diri seseorang merupakan sesuatu yang penting dan menjadi pondasi kokoh bagi kepemimpinan gereja. Kebutuhan untuk pemimpin jemaat yang berkualitas dirasakan pula sebagai hal yang sangat penting bagi Gereja Pentakosta di Indonesia yang ada di wilayah Keerom Timur, Papua. Oleh sebab itu diperlukan kajian untuk mengetahui kualifikasi pemimpin jemaat menurut 1 Timotius 3:1-7. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini didapati para gembala sidang Gereja Pentakosta di Indonesia yang ada di wilayah Keerom Timur, Papua memiliki pemahaman yang baik mengenai kualifikasi kepribadian, kualifikasi kehidupan di tengah masyarakat, serta kualifi-kasi kehidupan rohani dan pelayanan, namun masih belum memahami dengan baik mengenai kualifikasi kehidupan di tengah keluarga bagi seorang pemimpin jemaat.