Bambang Sriyanto
Sekolah Tinggi Teologi Efata, Salatiga, Jawa Tengah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Gereja dalam Pembinaan Kerohanian Remaja di Gereja Pantekosta di Indonesia Kota Palangka Raya Bambang Sriyanto; Thomy Sanggam Hasiholan Sihite
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.696 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.32

Abstract

The general perception is that teenagers are a group of people who are often a bother to parents. The role of the church is very important to the formation of members of the congregation, including youth, both in worship, fellowship and service. The church environment must be a pleasant environment for adolescents, because if adolescents leave the church for various reasons, it becomes increasingly difficult to conduct spiritual formation to this group. This study uses a qualitative descriptive method by involving adolescents as respondents to find out how adolescents think about the role of the church in their spiritual formation, so that by getting data from adolescents, it can produce data analysis about whether the church has done its work and how the church can continue to conduct adolescent spiritual guidance. well. In conclusion, the church must continue to learn about what it likes, likes, and interests of adolescents, so that it can create an atmosphere and environment that brings, and invites them to love worship. Youth are accepted into fellowship in the church, get good service, so that they become part of the ministry, and can serve with responsibility.AbstrakPersepsi umum berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Peran gereja sangat penting terhadap pembinaan warga jemaatnya, termasuk remaja, baik dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan. Lingkungan gereja haruslah menjadi lingkungan yang menyenangkan untuk remaja, karena apabila remaja meninggalkan gereja oleh berbagai alasan, maka semakin sulit untuk melakukan pembinaan secara rohani kepada kelompok ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan melibatkan remaja sebagai responden untuk mengetahui begaimana pendapat remaja tentang peranan gereja terhadap pembinaan kerohanian mereka, sehingga dengan didapatkannya data dari remaja maka dapat menghasilkan analisa data tentang apakah gereja sudah melakukan tugasnya dan bagaimana gereja dapat terus melakukan pembinaan kerohanian remaja dengan baik. Kesimpulannya, gereja harus terus mempelajari tentang apa yang disukai, digemari, diminati remaja, sehingga dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang membawa, serta mengajak mereka mencintai ibadah. Remaja diterima dalam persekutuan di gereja, mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga mereka menjadi bagian dalam pelayanan, dan dapat melayani dengan tanggung jawab. 
Persepsi Gembala Sidang tentang Peran Penginjil, Gembala dan Guru dalam Pelayanan Gerejawi di GPdI se-Kabupaten Bondowoso Bambang Sriyanto; Roberto Ganda
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.466 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v2i2.57

Abstract

The purpose of this paper is to find out the extent of the perception of the pastor about the role of evangelists, pastors, and teachers in ecclesiastical services in GPdI throughout Bondowoso District. The research method used in this research is descriptive qualitative research. Research data obtained directly in the field using a research instrument in the form of a questionnaire. The results show that most pastors understand the role of the evangelist who proclaims Jesus is God; understand the pastor's role as an elder, someone who is skilled in ministry and people who are gifted to serve the church (75%); understand the role of teachers having the gift of teaching, opening the secrets of God's Word and teaching through exemplary living (66.67%). In conclusion, the perception of the pastor about the role of evangelists, pastors, and teachers in ecclesiastical ministers in GPdI in Bondowoso Regency, has very high understanding.AbstrakTujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana persepsi gembala sidang tentang peran penginjil, gembala dan guru Injil dalam pelayanan gerejawi di GPdI se-Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data-data penelitian diperoleh langsung di lapangan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa sebagian besar gembala sidang memahami atas peran penginjil yang memproklamirkan Yesus adalah Tuhan; memahami atas peran gembala sebagai penatua, orang yang terampil dalam pelayanan dn orang yang diberi karunia untuk melayani jemaat (75%); memahami atas peran guru memiliki karunia mengajar, membuka rahasia Firman Allah dan mengajar melalui keteladanan hidup (66,67%). Kesimpulannya, persepsi gembala sidang tentang peran penginjil, gembala dan guru dalam pelayan gerejawi di GPdI se-Kabupaten Bondowoso, telah memiliki pemahaman yang sangat tinggi.