God wishes the growth of the church as an implementation of the great commission of Jesus Christ. However, many churches are still not doing their best, so they are stagnating. Growth is meant not just a quantitative increase, but rather spiritual growth, number and management and outward expansion. A relevant strategy is needed in order to experience growth. This article aims to apply the growth strategy that the early church experienced, according to the text of Acts 2-6. This research was conducted using library research methods and field research methods. Build the theoretical basis of the exposition of the Book of Acts regarding the strategy of church growth. In addition, structured interviews were used, and through administrative documents, observations of congregants involved in local church services at GPdI Elohim, Sentani, Jayapura.Abstrak. Allah menghendaki pertumbuhan gereja sebagai implementasi dari amanat agung Yesus Kristus. Namun banyak gereja masih belum melakukannya secara maksimal, sehingga mengalami stagnasi. Pertumbuhan yang dimaksud bukan sekadar pertambahan kuantitatif, namun lebih kepada pertumbuhan rohani, jumlah dan menajemen dan ekspansi keluar. Diperlukan strategi yang relevan agar dapat mengalami pertumbuhan. Artikel ini bertujuan untuk menerapkan strategi pertumbuhan yang dialami gereja mula-mula, sesuai teks Kisah Para Rasul 2-6. Penelitian ini dilakukan dengan metode metode penelitian kepustakaan (library research) dan lapangan (field research). Membangun landasan teori dari eksposisi Kitab Kisah Para Rasul berkenaan dengan strategi pertumbuhan gereja. Selain itu, digunakan juga wawancara terstruktur, dan melalui dokumen administrasi, observasi terhadap jemaat yang terlibat dalam pelayanan gereja lokal di GPdI Elohim, Sentani, Jayapura.