Kristian Adi Santoso
Sekolah Tinggi Teologi Terpadu Waingapu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Orang Tua Terhadap Aktivitas Belajar Anak di Masa Pandemi Covid-19 Kristian Adi Santoso
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 2: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i2.139

Abstract

Parental assistance to children in learning activities at home during the Covid-19 pandemic is mandatory. The form of assistance provided by parents, namely: preparing learning equipment; monitoring children while at home; controlling children's learning time well, and helping children overcome obstacles in learning. In theory, parental assistance has an influence on children's learning activities. Children’s learning activities can be reflected in activities: paying close attention to the teacher's explanation; understanding the teacher's explanation; studying student material; noting down the teacher's explanation; responding to teacher questions; playing an active role in group discussions and the courage to express opinions. The research method uses a correlational. The research was conducted at SMP Negeri 1 Waingapu. The results of the study provide information that there is a positive and significant influence, the variable of parental assistance on children's learning activities can be seen from the correlation coefficient of 0.547 which is significant at  = 0.05. This means that the assistance provided by parents is getting better, so children's learning activities will also increase. AbstrakPendampingan orang tua kepada anak-anak dalam kegiatan belajar di rumah pada masa pandemik Covid-19 wajib dilakukan. Bentuk pendampingan yang diberikan orang tua, yaitu : menyiapkanperlengkapan belajar; memantau anak selama berada di rumah; mengontrol waktu belajar anak dengan baik dan membantu anak dalam mengatasi kendala dalam belajar. Secara teori pendampingan orang tua memberikan pengaruh terhadap aktitivas belajar anak. Aktivitas belajar anak dapat tercermin dari  aktivias : memperhatikan dengan sungguh penjelasan guru; memahami penjelasan guru; mempelajari materi pelajaram; mencatat penjelasan guru; memberi respons atas  pertanyaan guru; berperan aktif dalam diskusi kelompok dan keberanian menyampaikan pen-dapat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Waingapu. Hasil penelitian memberikan infromasi yaitu terdapat penga-ruh yang positif dan signifikan,variabel pendampingan orang tua pada aktivitas belajar anak, dapat dilihat dari nilaikorelasi sebesar 0,547 dan p-value 0,000 pada =0,05. Berarti semakin tinggi intensitas pendampingan orang tua, maka semakin tinggi pula, aktivitas belajar anak.
Hubungan Sikap pada Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan Motivasi Belajar Siswa Kristian Adi Santoso
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 7 No. 2: Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/84nqtf82

Abstract

Learning motivation is a crucial determinant of academic achievement. However, in practice, not all students exhibit strong motivation, which can result in diminished academic performance. An individual's attitude toward a subject is known to influence behaviour in accordance with that attitude; a positive attitude typically leads to a positive behavioural response. In the context of education, students' attitudes toward a particular subject may affect their motivation to engage with it. Therefore, cultivating a positive attitude toward Christian Religious Education (CRE) is viewed as essential for improving student motivation and, in turn, learning outcomes. This study aims to analyse and empirically determine the relationship between students’ attitudes toward Christian Religious Education and their learning motivation. The research utilises a quantitative correlational design. A total of 76 students were selected from a population of 95 using the Krejcie and Morgan sampling table. Data were collected through a closed-ended questionnaire, with variables measured using a Likert scale. Hypothesis testing was conducted using simple linear regression and correlation analysis. The findings indicate a positive and statistically significant relationship between students’ attitudes toward Christian Religious Education and their learning motivation. These results suggest that enhanced attitudes toward the subject correspond with increased motivation, which is further reflected in students' academic behaviour and performance.   Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai prestasi yang baik. Namun dalam kenyataannya adalah tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang baik, dan hasilnya dapat dipastikan prestasinya juga akan kurang baik. Sikap seseorang terhadap sesuatu dapat berpengaruh terhadap perilaku sesuai dengan sikap tersebut. Jika sikapnya positif maka responnya juga akan positif. Jika dikaitkan dengan motivasi belajar, maka sikap terhadap mata pelajaran akan memengaruhi motivasi belajar siswa. Sehingga untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, perlu peningkatan sikap positif terhadap pelajaran pendidikan agama kristen, yang akan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan apakah terdapat hubungan Sikap pada mata pelajaran pendidikan agama kristen dengan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Responden sebanyak 76 siswa dari 95 siswa berdasarkan tabel Krejcie Morgan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan penilaian pada setiap variabel dengan skala Likert. Analisis uji hipotesis dengan menggunakan regresi sederhana dan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan sikap pada pelajaran pendidikan agama kristen dengan motivasi belajar siswa.  Hasil tersebut memberi makna bahwa apabila sikap pada pelajaran pendidikan agama Kristen meningkat maka motivasi belajarnya juga meningkat, yang dicerminkan pada perilaku dan hasil belajar siswa.