Hiryadi Hiryadi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP MOTIVASI MENJALANI PEMERIKSAAN PAP SMEAR PASIEN KANKER SERVIKS DI POLI KANDUNGAN Latifah Latifah; Elly Nurachmah; Hiryadi Hiryadi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.192

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks adalah penyakit keganasan leher rahim dimana setiap harinya ada 40 orang terdiagnosa kanker serviks di Indonesia dan 20 orang diantaranya meninggal dunia. Kalimantan Selatan tahun 2018 tercatat ada 53 orang penderita baru dan 1.877 orang penderita lama. Sekitar 70% penderita baru datang berobat dalam stadium > IIB. Pemeriksaan pap smear adalah cara deteksi dini yang dapat mengurangi angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap motivasi menjalani pemeriksaan pap smear pada pasien kanker serviks. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Sampel yang digunakan sebanyak 43 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan berkontribusi terhadap motivasi menjalani pemeriksaan pap smear pada pasien kanker serviks. Faktor yang paling berkontribusi terhadap motivasi menjalani pemeriksaan pap smear pada pasien kanker serviks. Lebih meningkatkan motivasi pasien kanker serviks dalam menjalani pemeriksaan pap smear. Kesimpulan: Promosi kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat khususnya tentang pemeriksaan dini untuk meningkatkan motivasi pasien kanker serviks perlu ditingkatkan kembali. Pelayanan kesehatan juga diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan seperti memberikan penyuluhan tentang pemeriksaan dini terhadap wanita usia subur, memberikan informasi tentang penyebab dan pencegahan kanker serviks, serta meningkatkan motivasi pasien kanker serviks dalam melakukan pemeriksaan pap smear. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami, Dukungan Petugas Kesehatan, Motivasi Pemeriksaan Pap Smear
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PROGRAM ISI PIRINGKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL Alit Suwandewi; Hiryadi Hiryadi; Miranti Rahayu
Journal of Nursing Invention Vol 2 No 2 (2021): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.288 KB)

Abstract

Status gizi adalah ekspresi suatu keadaan keseimbangan dalam bentuk variable tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variable tertentu. Status gizi sangatlah penting untuk ibu hamil karena berpengaruh sangat besar terhadap perkembang dan pertumbuhan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pendidikan kesehatan program isi piring terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja puskesmas pekauman. Metode penelitian ini adalah Pra Experimental design menggunakan rancangan One Group Pre test - Post test dilakukan pada bulan juni 2021 dengan intervensi pemberian pendidikan kesehatan program isi piringku. Data di ambil menggunakan kuesioner dengan dianalisis dengan menggunakan Uji Statistic Wilcoxon Test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil dari penelitian pada tingkat pengatahuan ibu hamil sebelum dan sesudah didapat nilai P value 0.000 < 0.05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan program isi piringku terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil. Ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan informasi terkait program gizi seimbang (isi piringku) dan memahami mengenai porsi makan sehari agar ibu dan bayi sehat dan dapat mencegah anemia pada kehamilan. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya menyediakan pendidikan kesehatan program isi piringku bagi ibu hamil
Pengaruh Penyuluhan dengan Metode Ceramah dan Media Audio Visual terhadap Pencegahan Tuberkulosis di Puskesmas Alalak Tengah Kota Banjarmasin Aulia Resti Anggraeni; Hiryadi Hiryadi; Anita Agustina
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 3 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i3.212

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem in Indonesia, including in Banjarmasin City. Low public knowledge and awareness of clean and healthy living behaviors (PHBS) are also factors in the high rate of TB transmission. Health education is a strategic step in addressing this problem. This study aims to determine the effect of health education using lecture methods and audio-visual media on increasing knowledge in TB prevention efforts in the Alalak Tengah Community Health Center working area. The research design used was a pre-experimental study with a one-group pre-test post-test design approach. The study sample consisted of 51 respondents selected by purposive sampling. The research instrument was a questionnaire administered before and after the education, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge after the education intervention (p value <0.05). Before the education, most respondents were in the sufficient and poor knowledge categories, while after the education, most respondents moved to the good knowledge category. This indicates that the combination of lecture methods and audio-visual media can effectively increase public understanding. Delivering information through visualization has proven to be more engaging and easier to understand for a wide range of audiences. The conclusion of this study is that this outreach method is effective as a medium for educating the public about TB prevention. A similar approach can be implemented more widely in other regions to support the national TB control program. Consistent and sustainable education programs are essential to maintain high levels of public knowledge. The involvement of health workers, cadres, and community leaders is also a crucial factor in the success of outreach. This strategy is expected to be replicated in other regions with a high TB ​​burden.
Pengaruh Promosi Kesehatan dengan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan HIV/AIDS pada Remaja di SMA PGRI 2 Banjarmasin Era Widia Sary; Elyna Agus Tina; Lukman Harun; Hiryadi Hiryadi; M Syafwani
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 3 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i3.224

Abstract

HIV/AIDS is a global health issue that significantly impacts adolescents, a vulnerable group prone to risky behaviors such as unprotected sexual intercourse. The lack of knowledge is a key factor contributing to the increased risk of transmission. Therefore, effective health education interventions are essential to address this problem, with one promising approach being health promotion through audiovisual media. This study aims to assess the impact of audiovisual media on improving HIV/AIDS knowledge among 11th-grade students at SMA PGRI 2 Banjarmasin. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The entire population of 112 students was selected using a total sampling technique. The data collection tool was a questionnaire that was tested for validity and reliability. The data were analyzed using the Wilcoxon test, as the data were not normally distributed. Prior to the intervention, most students (85.7%) had low levels of knowledge about HIV/AIDS. Following the intervention, all students (100%) demonstrated a significant increase in knowledge, reaching a high level. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a statistically significant effect. These findings suggest that audiovisual media is a highly effective method for improving adolescents’ knowledge about HIV/AIDS. It serves as both an engaging and preventive educational strategy, making it an important tool in promoting awareness and reducing the risk of HIV/AIDS transmission among youth.