Yerika Elok Novembriany
Akademi Kebidanan Bunga Kalimantan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Nasional Kunjungan Masa Nifas Pada Praktik Mandiri Bidan Hj. Norhidayati Banjarmasin Yerika Elok Novembriany
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i2.296

Abstract

Abstrak Proses kehamilan dan persalinan adalah proses yang fisiologis yang dialami oleh hampir semua wanita, begitu pula masa nifas. Program nasional masa nifas merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan deteksi dini infeksi dan komplikasi yang mungkin terjadi dengan cara melakukan kunjungan sebanyak empat kali selama periode masa nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan nasional kunjungan nifas di praktik mandiri bidan (PMB) Hj. Norhidayati Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang bersalin di PMB Hj. Norhidayati, Sampel penelitian 53 orang, Teknik pengambilan sampel acsidental. Penelitian dilakukan di PMB Hj. Norhidayati pada bulan Januari –Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan Bidan melakukan kunjungan nifas I (6-8 jam PP) dan kunjungan nifas ke II (6 hari PP) kepada semua ibu yang bersalin di PMB Hj. Norhidayati. Kunjungan nifas ke III (2 minggu PP) dilakukan kepada sebagian besar pasien yaitu yaitu sebanyak 48 pasien (90,57%), sedangkan kunjungan nifas ke IV (6 minggu PP) dilakukan kepada 41 orang pasien (77,36%) yang bersalin di PMB Hj. Norhidayati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bidan telah mengimplementasikan kebijakan nasional kunjungan masa nifas dengan baik. Namun, terdapat beberapa kendala antara lain keterbatasan waktu dan medan yang sulit ditempuh. Kata kunci: Bidan, Kebijakan nasional, Kunjungan nifas Daftar RujukanBahiyatun. 2009. Asuhan Kebidanan Nifas Normal. EGC: Jakarta.Baumali, A. 2009. Pemenuhan Zat Gizi Ibu Nifas dan Budaya Se’l pada Masyarakat Suku Timor Dawan di Kecamatan Molo Selatan Kab upat en Timor Ten gah Selatan. Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada.Blaxter, L. Hughter, C. & Thigt, M. 2001. How to Re-Search; Seluk Beluk Melakukan Riset. Edisi Kedua. PT. Indeks Kelompok Gramedia: Jakarta.Campbell, K. 2010. PostPartum Doulas: Motivation and Perceptions of Practice, (online), (http//www. elsevier.com/midw), diakses 1 April 2021Mochtar, R. 2002. Sinopsis Obstetri. EGC: Jakarta.Padminingrum, D., Widiyanti, E. 2005. Da sar- Dasa r K omun ikas i ; (Modul Pembelajaran). UNS: Surakarta. Prawirohardjo, S. 2007. Ilmu Kebidanan. FKUI: Jakarta.Saifudin, A.B. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.Saleha. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Salemba Medika: Jakarta.Wiknjosastro, H. 2007. Ilmu Kebidanan. Penerbit Yayasan Bina PustakaSarwono Prawirohardjo: Jakarta. Yin, R.K. 2006. Studi Kasus Desain dan Metode. Divisi Buku Perguruan Tinggi. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS TAMBAN KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2022 Yerika Elok Novembriany
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.337

Abstract

AbstrakPemberian ASI eksklusif diwajibkan diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Meskipun manfaat yang dimiliki ASI sangat baikuntuk tumbuh kembang bayi, tapi para ibu yang menyusui bayi secara eksklusif masih rendah. Hasil studi pendahuluanmenunjukkan bahwa 25 ibu yang memiliki bayi umur 7-12 bulan, hanya 32% yang memberikan ASI Eksklusif, sedangkanyang tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 68%. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor yangmempengaruhi ketidakberhasilan pemberian ASI ekslusif di salah satu Puskesmas di Kabupaten Barito Kuala. Populasidalam penelitian ini adalah 53 orang ibu yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan dan tidak tuntas memberikan ASI eksklusif.Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhiketidakberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah jumlah paritas multipara (50,9%), tingkat pendidikan ibu rendah(73,6%), ibu bekerja (77,4%), suami/keluarga yang tidak mendukung (71,7%) dan ibu berpengetahuan kurang (45,3%).Dalam kegiatan penyuluhan tentang ASI ekslusif, Puskesmas Tamban diharapkan dapat menggunakan teknik berbahasayang komunikatif, dan mengikutsertakan keluarga agar dapat menekan angka ketidakberhasilan ASI Eksklusif.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Air Susu Ibu, bayi, dukungan keluarga, ibu bekerja, pengetahuan kurang. Daftar PustakaAldaudy, C.U. dan Fithria. (2018). Pengetahuan IbuTentang ASI Eksklusif. JIM FKep Volume IVNo. 1 2018.Budiasih, S. (2008). Hanbook Ibu Menyusui. Bandung :Karya Kita.Dinas Kesehatan kabupaten Barito Kuala. (2020). ProfilKesehatan Kabupaten Barito Kuala Tahun2020.Fitria, Nalatia. (2013). Karakteristik Ibu Menyusui yangTidak memberikan ASI Eksklusif Di UPTPuskesmas Banyudono I KabupatenBoyolali. Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 2No. 2.Josefa,G., K., Margawati,A. (2011). Faktor-faktor yangmempengaruhi perilaku pemberian ASIeksklusif pada ibu. Semarang: ProgramPendidikan Sarjana Kedokteran FakultasKedokteran Universitas Diponegoro.Juliastuti R. (2011). Hubungan Tingkat Pengetahuan,Status Pekerjaan Ibu dan PelaksanaanInisiasi Menyusu Dini dengan PemberianAsi Eksklusif. Surakarta: Program PascaSarjana Universitas Sebelas Maret.Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan dan IlmuPerilaku. Jakarta : PT. Rineka Cipta.Prasetyono, DS. (2009). Buku pintar ASI Eksklusif.Yogyakarta : Diva Press.Sartono, Agus. (2008). Praktek menyusui ibu pekerjapabrik dan ibu tidak bekerja di KecamatanSukoharjo Kota Kabupaten Sukoharjo.Semarang : Program studi gizi Fakultas IlmuKeperawatan dan Kesehatan UniversitasMuhammadiyah Semarang.UNICEF. (2018). Malnutrition in Children. Diambildarihttps://data.unicef.org/topic/nutrition/malnutrition/.WHO. (2014). Global Nutrition Targets 2025: PolicyBrief Series. Geneva: World HealthOrganization.