Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) Yuliani Yuliani
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.342

Abstract

Human Development Index (HDI) merupakan ukuran ringkasan untuk menilai kemajuan jangka panjang dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia, antara lain harapan hidup dan kesehatan, akses terhadap pengetahuan atau pendidikan dan standar hidup yang layak. Dengan informasi angka dan peringkat HDI (Human Development Index) dapat diperoleh gambaran keadaan kesejahteraan masyarakat yang diukur diukur dari beberapa aspek, yaitu: 1) Life expectancy at birth (harapan hidup saat lahir) aspek ini digunakan sebagai tolok ukur kualitas kesehatan; 2) Expected years of schooling (Harapan Lama Sekolah) aspek ini sebagai tolok ukur pendidikan; 3) Mean years of schooling (Rerata Partisipasi Sekolah) aspek ini sebagai tolok ukur pemerataan pendidikan; dan 4) Gross National Income (Pendapatan Nasional Bruto) aspek ini jelas mengukur tentang taraf ekonomi masyarakat. Human Development Index (HDI) dapat mencerminkan bagaimana posisi sebuah negara dengan negara lain dalam tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu pembangunan manusianya termasuk di dalamnya pembangunan di bidang pendidikan. Nilai Human Development Index (HDI) Indonesia 2014 adalah 0.684_yang menempatkan pembangunan manusia Indonesia pada posisi 110 dari 188 negara di dunia. Antara tahun 1980 dan 2014, nilai Human Development Index (HDI) Indonesia meningkat 0,474-0,684, meningkat 44,3% atau peningkatan tahunan rata-rata sekitar 1,08%
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK TERPADU PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BANDUNG TULUNGAGUNG Yuliani Yuliani
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v2i2.314

Abstract

Pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) dikembangkan pertama kali padaawal tahun 1970-an. Belakangan ini PTP diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highlyeffective teachingmodel) karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, danakademik siswa di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. Pembelajaran tematik terpadu pada awalnyadikembangkan untuk anak-anak berbakat dan bertalenta (gifted and talented), anak-anak yang cerdas, pro-gram perluasan belajar, dan peserta didik yang belajar cepat. Berdasarkan hasil obsevasi yang dilakukanbahwa penerapan pembelajaran tematik terpadu yang diterapkan di SD Di Kecamatan Bandung belum dil-aksanakan secara maksimal. Hal tersebut terlihat ketika pembelajaran sedang berlangsung, sekolah ini memangmenerapkan pembelajaran tematik akan tetapi pengemasan dengan pendekatan tematik terpadu sama sekali be-lum terlihat. Pembelajaran tematik terpadu memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan modelpembelajaran lain. PTP sifatnya memandu peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higherlevels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple thinking skills),sebuah proses inovatif bagi pengembangnan dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Setelah dil-aksanakan kegiatan pelatihan, peserta diberikan angket untuk diisi, isi angket memuat tentang manfaat pelaksa-naan program pelatihan penyusunan RPP Tematik Terpadu dan dari hasil angket tersebut menunjukkan bahwapeserta kegiatan yang menyetujui tentang rencana program lanjutan pelatihan penyusunan RPP TematikTerpaduKata Kunci: RPP, Tematik Terpadu, Guru, Sekolah Dasar.