Tri Rusianingsih
Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fungsi, Bentuk, dan Makna Gerak Tari Jaranan Turonggo Yakso Kecamatan Dhongko Kabupaten Trenggalek Tri Rusianingsih; Yuddan Fijar Sugma Timur
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v4i2.13631

Abstract

Kehadiran jaranan Turonggo Yakso pada awal-mulanya diinspirasi oleh keberadaan kegiatan upacara adat yang sering disebut dengan baritan. Upacara yang dilakukan masyarakat tersebut merupakan bentuk upacara bersih desa yang bertujuan untuk memohon kepada Hyang Widi (Tuhan Penguasa Alam) dan mensyukuri atas hasil panen, maupun supaya hewan ternak mereka juga dapat dihindarkan dari segala jenis penyakit. Penelitian bertujuan mendeskripsikan fungsi, bentuk penyajian dan makna gerak tari jaranan Turonggo Yakso. Konsep pertunjukan digunakan sebagai alat analisa penelitian. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka serta dokumentasi. Analisis dilakukan dengan deskripsi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pergeseran fungsi dari fungsi sakral ke profan. Bentuk penyajian terdiri dari gerak baku dan gerak tambahan. Gerakan pertunjukan ini memiliki makna yang berkaitan dengan kegiatan bertani. Gambaran jaranan (turonggo) yang berkepala raksasa (yakso) merupakan simbol dari hawa nafsu yang harus dijinakkan atau ditunggangi agar tidak liar. 
Maskulinitas Gaya Dan Karakter Tari Remo Sri Utami Tri Rusianingsih
Terob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 13 No. 1 (2022): October
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.054 KB) | DOI: 10.20111/terob.v13i1.6

Abstract

Rebellion against the function and role of women in dance has given rise to cases of transgender and travesti. The role of men in dance activities was gradually replaced by women. Women no longer only act as presenters in performances, but also place themselves in the status of choreographers in a work. This study aims to describe the choreograph structure, style and character of the Remo Sri Utami dance moves. To identify and analyze various data findings in the field, the study uses the concept of masculinity as well as style and character. Research that uses descriptive qualitative method with masculinity style and character approach, focuses more on data collection techniques by observation, interviews, literature studies and documentation through triangulation techniques. Aspects of motivation, spontaneous instincts, honesty, respect for self-potential, as well as cross-value experiences in art are strong reflections to form the masculinity of the Sri Utami style Remo dance.