Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seni Rupa Masa Kolonial : MOOI INDIE VS PERSAGI Setianingsih Purnomo
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 7 No 2 (2014): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.125 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v7i2.391

Abstract

Seni rupa gaya Barat di Indonesia mulai sejak masa penjajahan Belanda. Beragam gejolak dan persaingan dari masa ke masa membentuk seni rupa Indonesia modern di masa kini. Mulai dari persoalan teknik dan gaya, tema lukisan pemandangan alam vs tema kerakyatan, seni rupa modern Indonesia akhrinya menemukan bentuknya. Aneka ragam, dan kaya nuansa konsep modernitas sekaligus mengakar pada budayanya.
Bali Dalam Persepsi: “Surga” Yang Diidealkan, Pencarian Identitas Spiritual Seniman Eropa Awal Abad 20 Setianingsih Purnomo
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.101 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.740

Abstract

Penelitian ini mencoba mengeksplorasi bagaimana Bali sebagai lokus khusus dan Timur sebagai konteksnya secara umum, dieksplorasi oleh seniman Walter Spies dan dikemasnya sebagai sebuah “objek penemuan” yang eksotis, yang asri dan yang alami. Penelitian ini berpendapat bawa Bali yang diejawantahkan oleh Spies adalah Bali yang diidealisasi sedemikian rupa sesuai dengan imajinasi Barat sebagai subjek aktif mengenai Timur sebagai objek pasif. Kata kunci: Walter Spies, idealisasi, spiritualisme, Bali, barat, timur
Teritori Individu Pada hunian Kelompok Sosial Inti Hendrico Firzandy L.; Setianingsih Purnomo
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.3.183

Abstract

Pemenuhan teritori individu setiap anggota keluarga diduga sebagai penyebab harmonisnya suatu keluarga yang penulisngnya tidak dengan mudah terpenuhi di dalam hunian dengan luasan yang terbatas. Untuk itulah penelitian ini mengungkap bagaimana setiap anggota keluarga beradaptasi terhadap keterbatasan tersebut untuk memenuhi kebutuhan spasialnya. Observasi, wawancara dan rekam kegiatan setiap jamnya akan dilakukan pada keluarga yang tinggal di dalam hunian yang kecil untuk mengamati cara-cara apa yang dilakukan untuk mencapai kebutuhan teritori spasial. Analisis terhadap data yang terkumpul akan dilakukan dengan menggunakan teori-teori proxemics. Penelitian ini pada akhirnya mengungkap bahwa setiap aggota keluarga memiliki kadar teritorial yang berbeda karena terkait dengan perannya masing-masing di dalam keluarga.