Ratna Cahaya Rina Wirawan Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identitas Dan Budaya Pada Masa Kini: Keuntungan Globalisasi Dan Ancaman Homogenisasi Ratna Cahaya Rina Wirawan Putri
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.501 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i1.733

Abstract

Gonzales mengembangkan konsep Cultural Fronts, yang menjelaskan bahwa keseharian masyarakat dengan berbagai pengaruh informasi, sejarah, situasi dan simbolis membentuk makna hidup tersendiri dan budaya-budaya selalu bertempur memperebutkan kekuasaan di benak masyarakat, sehingga membentuk identitas yang tidak tunggal (2001). Gonzales mencontohkan seseorang dapat merasa memiliki identitas budaya sekaligus sebagai orang Meksiko, Latin, dan Meksiko-Amerika sebagai akibat dari persentuhannya dengan berbagai budaya (2001, hlm.110). Persentuhan berbagai budaya ini bukan hal baru, namun telah terjadi sejak awal peradaban manusia, terbawa bersama sejarah penyebaran manusia di dunia. Perkembangan teknologi transportasi tidak dipungkiri membawa pengaruh signifikan dalam percampuran budaya, karena memungkinkan orang berpindah dari satu titik ke titik yang lebih jauh membawa budaya yang sangat berbeda. Terlebih, globalisasi dalam masa era digital seperti saat ini meniadakan batasan waktu dan lokasi, sehingga budaya-budaya di seluruh dunia memungkinkan saling silang budaya. Hal ini memunculkan dua sisi kondisi, perkembangan budaya semakin cepat dengan adanya interaksi manusia yang tidak lagi dibatasi waktu dan lokasi. Pada sisi lain, muncul ancaman homogenisasi karena identitas dan budaya saling baur dalam tempo yang cepat dan menipiskan perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Artikel ini akan membahas tentang bagaimana memahami identitas dan budaya pada masa globalisasi saat ini. Pembahasan dibagi dalam beberapa bagian, diawali dengan memahami terlebih dahulu mengenai globalisasi, mempertimbangkan dampak positif globalisasi, menimbang ancaman homogenisasi, diskusi, dan diakhiri dengan kesimpulan. Kata kunci: globalisasi, homogenitas, identitas budaya, kontemporer
Ilmu Desain Untuk Kebersahajaan Manusia Ratna Cahaya Rina Wirawan Putri
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 2 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.964 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v9i2.744

Abstract

Desain hadir di sekitar manusia tanpa bisa dihindari atau disangkal. Mulai dari tempat tidur yang kita rebahi setiap malam, kursi, meja, pajangan ruang tamu, radio, televisi, bahkan ketika kita mengendarai kendaraan dan melihat pamflet, baliho, megatron, bahkan busana para pejalan kaki, semuanya tidak lepas dari desain. Banyaknya benda desain mengisyaratkan sebanyak itu pula orang di dunia ini telah mendesain. Sementara, beranekaragamnya benda desain mengisyaratkan ada klasifikasi desain dan perkembangan teknologi semakin memperbanyak klasifikasi ini. Coway (1987) menklasifikasikan desain dalam buku sejarahnya menjadi desain tekstil dan baju, keramik, furnitur, interior, industrial, grafis, dan environmental. Dalam klasifikiasi yang dibuat hampir 20 tahun lalu ini, sekarang berkembang seiring perkembangan teknologi media. Sebagai contoh, dalam kelompok desain grafis muncul sub kategori animasi, game, informasi, augmented reality, dan sebagainya. Meskipun desain telah muncul sejak kemampuan manusia memproduksi alat, serta terbaur dengan hasil seni dan teknologi, namun desain secara ilmu baru mulai dipikirkan ketika dimulainya desain industri di Jerman, sebelum kemudian Walter Groupius mendirikan Bauhaus pada 1919. Sejarah bergulir, ilmu desain semakin silang menyilang dengan ilmu lain seperti sosiologi, psikologi, seni, informatika, marketing, elektronik, dan lainnya. Perkembangan dan terbukanya kesadaran bahwa ilmu desain dapat bermanfaat bagi manusia dibarengi dengan ketidakpercayaan bahwa desain layak disebut ilmu, dalam pengertian sesuatu yang ilmiah. Bagi pelaku desain sendiri, setelah dipuji dan digoyah dengan berbagai opini, teori dan realitas, sejujurnya ilmu desain memiliki banyak permasalahan. Paper ini dibuat untuk mengemukakan beberapa permasalahan mutakhir dalam ilmu desain, namun tidak mungkin meninggalkan bahasan tentang permasalahan yang prinsip dan umum. Paper terdiri dari empat bagian, diawali dengan melihat dua sisi antara banalitas dan esensialitas ilmu desain, evolusi dalam ilmu desain yang terlalu cepat, bayang-bayang kapitalisme dalam ilmu desain, dan kesimpulan sebagai penutup. Kata kunci: desain, teknologi, desain industri, sejarah desain, ilmu desain