Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“EROTISISME DALAM FILM HOROR INDONESIA” clemens felix setiyawan
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 11 No 1 (2018): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.892 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v11i1.971

Abstract

Erotisisme dalam era milenium menjadi sajian khas yang terkandung dalam film horor Indonesia. Berbeda dengan era sebelumnya, terutama pada 1990an, film horor Indonesia lebih bercorak tradisional, dengan karakter (penokohan) yang kuat. Film horor masa kini cenderung urban, dimana aspek struktur teks visual menjadi lebih penting dibanding alur cerita. Erotisisme menjadi kian menonjol dengan bermacam sajian, terutama tubuh perempuan. Penelitian ini memilih lima judul film yang ditayangkan antara tahun 2009 hingga 2014 untuk disoroti sajian erotisismenya. Pembatasan dilakukan dengan memilih judul film yang menggunakan kata “perawan” sebagai reduksi atas objek penelitian. Dalam penelitian ini dibedakan mengenai kedudukan konsumen dan penonton film supaya tidak terjadi generalisasi dan demi menyelami makna-makna, dan juga pengaruh sajian erotisisme dalam film horor Indonesia bagi penikmatnya. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori McGowan seputar film pasca teori Lacan ditambah berbagai literatur pendukung lainnya, yaitu penelitian-penelitian sebelumnya dengan topik film horor. Secara khusus teori tersebut dipakai untuk memahami korelasi antara teks visual pada film horor Indonesia dalam hubungannya dengan konsep teoritik antara hasrat dan fantasi yang dikemukakan McGowan. Penelitian ini tidak melihat aspek gender dan seksualitas dalam pengertian eksploitasi atas tubuh perempuan, tetapi lebih kepada jalinan antara subjek dan objek yang juga berangkat dari pandangan McGowan. Dari penelitian ini lahir berbagai asumsi yang menunjukkan hubungan kontras antara subjek dan objek, model sajian erotisisme dalam kengerian film horor Indonesia yang ternyata cenderung anti-klimaks, dan kualitas makna yang dihasilkan bagi penikmat. Itu semua berangkat dari analisis fragmentatif atas teks visual film. Ditemukan juga fakta bahwa pengalaman penikmat dalam menonton film horor Indonesia lebih sebagai pengalaman individual yang sulit terpecahkan. Meskipun demikian, karena pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, maka penelitian ini tidak bertujuan mencari data yang valid, dan lebih memaparkan kecenderungan secara umum yang sifatnya dinamis. Erotisisme dalam kengerian film horor Indonesia adalah sebuah fakta yang sangat menarik dan belum pernah diteliti sebelumnya, dimana penelitian sebelumnya lebih banyak membahas seputar eksploitasi, gender, dan masalah hukum atas kaitan etika film dengan Lembaga Sensor. Kata kunci: Erotisisme, Kengerian, Hasrat, Fantasi
Pembuatan Website Desa, Video Profile Desa, serta Pelatihan Art and Craft di Desa Padabeunghar Kecamatan Pesawahan Kabupaten Kuningan Jawa Barat clemens felix setiyawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.375 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.488

Abstract

Sering perkembangan jaman ikut mendukung untuk membuat media promosi untuk suatu desa dimana media promosi tersebut berguna untuk memperkenalkan potensi-potensi yang ada pada desa tersebut dimana salah satu dari media promosi tersebut adalah video profile desa yang berisikan tentang kondisi serta potensi-potensi yang terdapat di desa tersebut selain video profile desa media promosi yang satunya adalah web desa yang berisikan tentang data-data dari potensi desa tersebut selain media promosi juga diadakan pelatihan membatik dan pembuatan motif batik khas desa tersebut dimana hal tersebut akan semakin memperlihatkan karakter dan ciri khas dari desa tersebut melalui motif batik yang akan dipatenkan buat desa tersebut dan itulah tadi pengabdian masyarakat yang kami lakukan di desa Padabeunghar