Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM DI SURIAH DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Mardhiya Agustina
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.377 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.20

Abstract

Suriah merupakan negara yang berada di Jazirah Arab dan merupakan salah satu negara yang menjadi saksi sejarah perkembangan Islam dan pendidikannya. Suriah yang juga dikenal sebagai Bilad al-Syam disinyalir sebagai pusat peradaban pertama dan tertua di dunia dimana Sham putera Nabi Nuh as memilih untuk tinggal di sana setelah bahtera Nuh merapat, dan merupakan tempat yang dituju Rasulullah saw untuk perjalanan bisnisnya. Sekarang Suriah berada pada kondisi perang saudara yang juga memberikan dampak negatif terhadap pendidikan di sana. Sebelum perang berkecamuk, Suriah merupakan salah satu negara yang sering dituju oleh para mahasiswa muslim dari berbagai negara sebagaimana Mesir, Arab Saudi, Libya, Maroko, dan Tunisia. Oleh karena itu menarik untuk diteliti bagaimana pendidikan Islam disana dilihat dari sistem dan kelembagaannya. Sehingga kemudian dapat diketahui bagaimana relevansinya dengan pendidikan agama Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang datanya diperoleh melalui berbagai literatur baik berupa buku, jurnal, dan semacamnya yang berhubungan dengan pembahasan. Peneliti kemudian menguraikan hasil temuan dan melakukan analisis isi kemudian mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relevansi pendidikan Islam di Suriah dengan pendidikan Islam di Indonesia dapat dilihat dari beberapa sudut, yaitu: (1) Lembaga pendidikan, memiliki lembaga pendidikan formal seperti madrasah, perguruan tinggi dan ma’had ‘aliy, dan non formal seperti masjid, halaqah ta’lim, halaqah tahfizh al-Qur’an; (2) Jenjang pendidikan, dimulai dari tingkat dasar, persiapan, menengah dan perguruan tinggi; (3) Wajib belajar, lamanya 9 tahun (4) Biaya pendidikan gratis, untuk seluruh jenjang pendidikan pada lembaga pendidikan milik pemerintah.
NOVEL SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PENGUATAN KECERDASAN INTRAPERSONAL DAN INTERPERSONAL Mardhiya Agustina
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 01 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i01.214

Abstract

Kecerdasan intrapersonal dan interpersonal merupakan bagian dari kecerdasan emosional yang berkaitan dengan perasaan, interaksi sosial, cara individu memahami dan mengelola diri serta hubungan dengan orang lain. Keduanya berperan penting dalam kesejahteraan emosional dan keberhasilan sosial, karena memungkinkan seseorang untuk berfungsi lebih baik dalam berbagai situasi sosial dan emosional. Lemahnya kedua kecerdasan ini dapat berakibat fatal bagi kehidupan, di antaranya dapat menyebabkan quarter life crisis, burnout, depresi, bunuh diri, bullying, perceraian, pertikaian, dll. Penguatan keduanya dapat dilakukan melalui media alternatif, di antaranya adalah novel. Novel memberikan pengalaman emosional dan sosial yang mendalam melalui cerita, karakter dan konflik yang dihadirkan. Tujuan penelitian ini untuk menggali nilai-nilai kecerdasan dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El-Syirazi dan mengeksplorasi bagaimana novel ini berperan sebagai media penguat kedua kecerdasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian literatur dengan sumber primernya adalah novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El-Syirazi. Melalui penelitian ini ditemukan: pertama, nilai-nilai kecerdasan: (1) intrapersonal, meliputi: mengenal diri (manajemen waktu, mensyukuri nikmat, integritas dan tanggungjawab, memperbagus niat), kelemahan dan kelebihan diri (merasa bersalah, berani; (2) interpersonal, meliputi: kemampuan komunikasi sosial dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Kedua, peran novel Kembara Rindu sebagai media alternatif penguatan kecerdasan:  (1) intrapersonal, meliputi: membantu refleksi diri dan pencarian makna hidup, menumbuhkan empati terhadap diri sendiri, mengasah imajinasi dan pemikiran kritis, meningkatkan kesadaran spiritual; (2) interpersonal, meliputi: meningkatkan empati, meningkatkan pemahaman dinamika hubungan sosial, melatih keterampilan sosial. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam penguatan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal.